Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Istri Kumat Bocor Alus, Donwori Mundur Teratur

04 Juli 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Istri Kumat Bocor Alus, Donwori Mundur Teratur

Istri Kumat Bocor Alus, Donwori Mundur Teratur (Grafis: Fajar)

Share this      

Cinta datang dan pergi tak kenal waktu. Seperti cinta Donwori, 56, kepada Karin,49, ini. Tahu otak istri makin konslet, ia tega meninggalkannya.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Lima tahun yang lalu Donwori menikahi Karin. Ia saat itu menduda kemudian memperistri Karin, seorang janda yang ditinggal mati suaminya karena kecelakaan. Awalnya, hubungan layaknya bak pasangan normal. Hingga suatu ketika penyakit sang istri kumat.

"Memang awalnya, sebelum menikah denganku, dia menderita depresi berat. Tapi dulu sempat sembuh," ujarnya saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama Kelas 1A Surabaya. 

Dua tahun menikah, sang istri tak menunjukkan kelainan sikap dan cara berpikir. Bahkan di usia yang tak lagi muda, ia melahirkan seorang anak buah cintanya dengan Donwori. Namun di tahun ketiga, mulai ada yang tak beres dari sikapnya.

"Mulai ngelakuin hal aneh-aneh. Ngintipin tetangga nonton TV dari belakang rumah. Setiap malam selalu berdiri di halaman depan, tolah toleh ke sana-ke mari. Kadang ketawa dan nangis barengan. Persis orang gak waras," Jelasnya.

Bahkan, sering juga Donwori kena omelan sang istri tanpa sebab. Ia kerap disalah-salahkan padahal tidak melakukan kesalahan. Ia juga sering dikira suaminya yang lama meninggal.

“Kadang dia ngawur, dia ngomong, mas kok masih di sini, bukannya sudah bahagia bareng temen-temen yang lain yang pakai baju putih-putih," keluhnya.

Karena merasa bertanggung jawab, ia sempat membawa Karin berobat ke sana ke mari. Sayangnya, usahanya tak membuahkan hasil. Istrinya tetap saja ngelantur, bahkan semakin parah. 

"Hampir dua tahun tak carikan obat dan gak ada hasilnya. Akhirnya saya pamit ke orang tuanya, mau merantau dan jika dibolehkan, akan melepaskan ikatan pernikahan," imbuh pria Kebonrojo ini.

Karena juga putus asa, keluarga Karin juga merelakan keputusannya. Asalkan sedikit demi sedikit istrinya masih ia nafkahi. Sebagai bentuk rasa tanggung jawab atau hanyalah kepedulian.

"Ya gimana mau tetap cinta, ia tak ajak komunikasi saja sudah gak bisa. Aku melakukan ini terpaksa, demi kebaikan bersama," pungkasnya. (*/no)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia