Kamis, 18 Oct 2018
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Merdeka Dari Sampah (MDS) 2018

Motivator Lingkungan DKRTH Kumpulkan Juri MDS 2018

Selasa, 03 Jul 2018 18:30 | editor : Abdul Rozack

UNTUK SURABAYA LEBIH BERSIH: Juri MDS tingkat kelurahan dan perwakilan dari DKRTH usai melakukan rapat koordinasi MDS 2018 di Gedung Wanita, Senin (2/

UNTUK SURABAYA LEBIH BERSIH: Juri MDS tingkat kelurahan dan perwakilan dari DKRTH usai melakukan rapat koordinasi MDS 2018 di Gedung Wanita, Senin (2/7). (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Ratusan juri dari tingkat kelurahan lomba Merdeka Dari Sampah (MDS) 2018 berkumpul di Gedung Wanita Jalan Kalibokor Selatan, Senin (2/7). Bersama perwakilan dari Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH), mereka berkumpul untuk melakukan rapat mikanisme dan koordinasi terkait MDS 2018.

Motivator lingkungan DKRTH Adi Candra menjelaskan, beberapa peraturan penting, dan ada beberapa peraturan berbeda dari pelaksanaan MDS sebelumnya. “Jadi kami hari ini mengumpulkan seluruh falisitator lingkungan se-Surabaya. Selain itu juga ada Kepala Pembangunan dan Ketertiban Kelurahan (Kasibangtib) sebanyak 308 orang, dan hari ini kami kumpulkan untuk menilai kampung-kampung,” ujar Adi, Senin (2/7).

MDS tahun ini diikuti oleh 727 RT se-Surabaya. Banyaknya peserta kali ini karena pada tahun lalu yang belum mengikuti, dan mereka sangat antusias ingin ikut serta di perlomban MDS 2018.

“Jadi ini imbasnya yang tahun lalu ingin mengikuti Surabaya Green and Clean (SGC), karena salah satu syarat untuk mengikuti SGC ya harus ikut MDS terlebih dahulu,” tuturnya. 

Untuk MDS tahun ini, setiap kelurahan di Surabaya minimal diwakili 3 RT dan maksimal 5 RT. Seluruh RT yang belum pernah mengikuti lomba kebersihan apapun juga diperbolehkan untuk mengikutinya.

Seluruh RT peserta kompetisi kebersihan pada periode sebelumnya yang belum masuk nominasi 200 besar SGC 2017 & belum masuk 154 besar MDS 2017, juga diperbolehkan untuk mengikuti. Sedangkan untuk RT yang sudah terima dana stimulant, dan memenangkan kompetisi MDS 2017 tidak diperbolehkan untuk mendaftar MDS 2018.

Nantinya, setiap peserta yang ikut perlombaan wajib mendaftarkan diri kepada panitia. Caranya dengan mengisi formulir pendaftaran dengan menggunting di halaman Harian Radar Surabaya, setelah itu dilampiri dengan foto profil kampung. 

Selain itu juga diwajibkan untuk mengirimkan enam foto, termasuk sebelum dan sesudah ter-update. Juga diharuskan menyertakan data penunjang lain, seperti kartu keluarga (KK), volume sampah sebelum dan sesudah program, frekuensi pengangkutan sampah dan inovasi lainnya. Penilaian lomba ini akan berlangsung hari ini, 3 Juli hingga 10 Juli kedepan.

“Nanti kami nilai hingga mencapai 100 persen. Prosedur penilaiannya untuk pemilahan sampah 25 persen, penghijauan 20 persen, drainase dan sanitasi 15 persen, kebersihan lingkungan 25 persen, sedangkan untuk habit 15 persen. Jadi itu nanti yang kami nilai hingga mencapai skor 100 persen,” paparnya.

Direktur Radar Surabaya Lilik Widyantoro juga turut mendukung dengan adanya MDS kali ini, karena sebagai sarana edukasi bagi anak-anak dan warga Surabaya untuk lebih mencintai lingkungan. 

“Dengan media, kami harapkan setiap orang tahu, dan dapat mencontoh program ini. Mulai sekarang harus bisa memilah sampah plastik dan dijadikan suatu bahan atau produk yang bernilai,” pungkas Lilik. (gin/nur) 

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia