Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Ditabrak KA di Prambon, Mobil Terpental 15 Meter

03 Juli 2018, 06: 33: 33 WIB | editor : Lambertus Hurek

Mobil yang tertabrak kereta api di kawasan Prambon.

Mobil yang tertabrak kereta api di kawasan Prambon. (IST)

Share this      

Sebuah mobil Honda Mobilio nomor polisi W  1069 SB tertabrak kereta api (KA) di persawahan  Desa Jati Alun-Alun, Kecamatan Prambon, Senin (2/7) pukul 09.15. Mobil yang dikemudikan oleh Fathoroman, 49, warga Desa Keboansikep, Kecamatan Gedangan, tersebut terpental dan terbalik di sisi selatan rel kereta api. 

Pengemudi mengalami luka parah dan dirawat di RSUD Mojokerto. Kejadian yang menimpa Fathoroman, karyawan pabrik plastik, Desa Bilang, Prambon, ini bermula ketika dia mengemudikan mobil dari arah Jalan Raya Desa Sawocangkring, Prambon. Ia  hendak menuju ke Desa Bulang, Prambon, melintas di Jalan Jati Alun-Alun. Tepat di rel KA di perlintasan tak berpalang pintu.

"Saat itu tidak ada yang menjaga," kata Kapolsek  Prambon AKP Isharyata.

Diduga, korban tidak melihat kanan kiri dan langsung tancap gas menyeberangi rel. Perlintasan tersebut selama ini dijaga swadaya  oleh warga sekitar. Korban pun langsung menyeberang. "Sementara di saat bersamaan melaju kereta api dari arah Surabaya," ungkapnya.

Mobil yang dikemudikan korban ini berada di tengah rel sehingga langsung tertabrak kereta api di bagian sisi kirinya. Cepatnya laju kereta api yang menabrak membuat mobil terpental ke kiri sejauh 15 meter dan masuk ke persawahan dengan kondisi terbalik. Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung mengevakuasi korban dari dalam mobil. 

"Korban dikeluarkan dari mobil dengan luka parah di bagian kepalanya karena benturan," ujarnya.

Polisi yang datang ke lokasi langsung mengevakuasi korban yang sempat tidak sadarkan  diri itu. Mobil korban juga langsung dievakuasi  dan dibawa ke Polsek Prambon. "Kami juga meminta  keterangan dari PT KAI terkait kejadian  tersebut," tandasnya.

Kanitreskrim Polsek Prambon Ipda Bambang Santoso  mengatakan, dari keterangan saksi, saat melintas  diduga korban tidak mendengar klakson KA. Ini  karena saat itu Fathor membunyikan tape di mobilnya dengan keras. "Kemungkinan ini yang menyebabkan korban tidak tahu ada KA yang  melintas saat itu," ungkapnya. (gun/rek)

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia