Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Sidoarjo

Art Camp Seniman Sidoarjo di Purwodadi

03 Juli 2018, 06: 11: 10 WIB | editor : Lambertus Hurek

Para seniman asyik melukis di Omah Padma Purwodadi Pasuruan.

Para seniman asyik melukis di Omah Padma Purwodadi Pasuruan. (IST)

Share this      

Seniman memang beda dengan masyarakat biasa. Saat bersilaturahmi pun mereka tetap berkarya. Para pelukis mengadakan kegiatan melukis bareng on the spot (OTS). Begitu juga seniman-seniman teater melakukan latihan bersama. 

"Kami ini ibarat sambil menyelam minum air," ujar Mulyono Muksim, praktisi dan pembina teater Sidoarjo, kemarin.

Sejumlah komunitas kesenian Sidoarjo dilibatkan dalam kolaborasi seni bertajuk Art Camp di kawasan Purwodadi, Pasuruan, ini. Di antaranya Komunitas Perupa Delta (Komperta), Sekar Delta, grup musik jazz, keroncong, puisi, teater, hingga seni tari. Usai bersalam-salaman, mereka langsung mengadakan kegiatan sesuai dengan bidang seni masing-masing.

Ketika Mulyono dan kawan-kawan berlatih teater, olah tubuh, para pelukis mengabadikan momen ini dalam karya sketsa. Begitu pula seniman sastra dan puisi membuat karya sastra secara spontan. "Suasana ini yang sempat hilang di Sidoarjo. Alhamdulillah, teman-teman muda mau menggiatkan lagi kolaborasi seni di Sidoarjo," kata Mulyono.

Sementara itu, Yoes Wibowo, pelukis senior yang juga tuan rumah, mengaku senang dengan kegiatan halalbihalal para seniman berbagai aliran di Kota Delta. "Semoga selalu terjaga silaturahmi seperti ini," katanya.

Pria yang juga aktif sebagai pengajar seni rupa ini menambahkan, kolaborasi seni di luar kota perlu dilakukan untuk refreshing. Para seniman juga bisa merasakan tantangan dan pemandangan baru. "Ide-ide segar ini yang akan diolah ketika kembali ke Sidoarjo," katanya. 

Juniarto Dwi Nugroho, mantan ketua Komunitas Perupa Delta (Komperta), menyebut kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan para seniman, khususnya Komperta. Yakni melukis on the spot (OTS) di sejumlah bangunan cagar budaya dan tempat wisata yang ada di Sidoarjo. "Cuma selama ini pesertanya terbatas," katanya. 

Hampir semua bangunan cagar budaya di Kabupaten Sidoarjo, menurut Juniarto, sudah di-OTS-kan. Mulai dari Candi Pari, Candi Dermo, Candi Tawangalun, hingga ritual nyadran di Desa Balongdowo, Kecamatan Candi. Mereka juga sering blusukan dalam kelompok-kelompok kecil ke pasar-pasar tradisional. "Makanya, sekarang kami ingin cari suasana yang baru. Sekalian silaturahmi dengan teman-teman di luar Kabuapten Sidoarjo," katanya. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia