Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Coblos Ulang di Manukan Kulon, Khofifah Unggul

02 Juli 2018, 16: 29: 30 WIB | editor : Wijayanto

DUA KALI COBLOSAN: Suasana penghitung suara hasil pencoblosan ulang di TPS 49 Kelurahan Manukan Kulon, Tandes, Minggu (1/7).

DUA KALI COBLOSAN: Suasana penghitung suara hasil pencoblosan ulang di TPS 49 Kelurahan Manukan Kulon, Tandes, Minggu (1/7). (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Pemungutan suara ulang (PSU) di tempat pemungutan suara (TPS) 49, Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes akhirnya dilaksanakan pada, Minggu (1/7). Dalam pencoblosan yang dijaga ketat oleh polisi tersebut pasangan cagub dan cawagub Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak unggul dibandingkan pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno.

Dari daftar pemilih tetap (DPT) sebanyak 381, hanya 212 pemilih yang menggunakan haknya di TPS 49. Jumlah tersebut menurun dibandingkan jumlah pemilih pada pencoblosan awal 27 Juni lalu yang jumlahnya mencapai 278 pemilih.

Dalam penghitungan rekapitulasi di TPS 49 tersebut, Khofifah-Emil mendapatkan 135 suara dan Gus Ipul-Puti mendapatkan 72 suara. Sedangkan suara tidak sah sebanyak lima suara. “Alhamdulillah proses PSU berjalan lancar dan tidak ada temuan pelanggaran apapun,” kata Komisioner KPU Nurul Amalia yang juga ikut mengawal proses PSU sejak pagi hari.

Dalam pencoblosan tersebut, M Dinsilehu beserta istrinya Sugiharti yang hak suaranya digunakan oleh Kudori, 74, dan Sulichah,68, dalam pencoblosan 27 Juni juga datang memberikan suara. Pria 47 tahun tersebut datang sekitar pukul 09.30 untuk mencoblos. “Saya ditelepon Pak RT untuk ambil C6 agar bisa melaksanakan pencoblosan ulang. Kami dengan senang hati datang,” katanya.

Dinsilehu yang kini bertempat tinggal di asrama Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Perak tersebut mengaku, telah menjual rumah di Manukan Kulon Gang IV/35 yang saat ini dikontrak oleh Kudori dan Sulichah setahun lalu. Namun, karena e-KTP-nya masih beralamatkan di Manukan Kulon dirinya kemudian ingin memanfaatkan hak suaranya untuk mencoblos. “Saya sebenarnya sudah datang ke TPS di asrama KP3 Perak tapi ditolak karena e-KTP saya di Manukan Kulon,” ujarnya.

Nah, pada saat akan mencoblos di TPS 49 usai pukul 12.00, dirinya yang juga datang bersama istri saat itu sempat kaget. Surat C6 atas nama dirinya dan istrinya sudah diterima oleh petugas KPPS TPS 49. Bukti daftar hadir juga sudah diterima panitia. Artinya, sudah ada orang yang menggunakan hak suara miliknya meski Dinsilehu belum mencoblos. “Saya kaget juga. Setelah diperiksa akhirnya petugas mendatangi rumah lama saya dan menemui Kudori dan Sulichah,” terangnya.

Dinsilehu juga mengaku diperiksa terkait adanya dugaan pelanggaran tersebut oleh Panwaslu dan Polsek Tandes. “Akhirnya clear dan saya dapat kabar ada pencoblosan ulang,” ucapnya.

Dari pantauan Radar Surabaya, pencoblosan yang dilakukan di lahan kosong milik warga sudah ramai sejak pagi hari. Pencoblosan tersebut juga menjadi perhatian masyarakat sekitar dengan berbondong-bondong melihat hasil akhir rekapituasi.

Bahkan sejumlah elit politik di Surabaya di antaranya, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Surabaya Junaedi ikut jadi saksi bagi paslon Khofifah-Emil. Anggota DPRD Surabaya Pertiwi Ayu Krisna yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya juga ikut datang. Di kubu Gus Ipul-Puti, Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sukadar juga menyempatkan untuk datang.

Nurul menegaskan, PSU dilakukan atas rekomendasi dari Panwaslu. Dengan adanya dugaan temuan pelanggaran tersebut maka KPU langsung mengadakan PSU dengan mengganti semua petugas KPPS yang lama. “Petugasnya baru semua dan sudah melaksanakan dengan baik,” terangnya.

Selanjutnya, hasil rekapitulasi di TPS 49 Manukan Kulon tersebut akan direkapitulasi untuk nantinya dikumpulkan untuk direkapitulasi di Kecamatan Tandes. “Kami langsung lakukan evaluasi saat ada temuan dugaan pelanggaran itu. Kami serahkan ke Panwaslu terkait temuan tersebut,” jelasnya.

 Seperti diketahui pencoblosan ini gara-gara pasangan suami istri (pasutri) Kudori dan Sulichah yang mengontrak rumah bekas milik Dinsileu di Manukan Kulon Gang IV/35 melakukan pencoblosan dua kali di TPS berbeda. Pasutri itu mencoblos di TPS 409 Manukan Kulon dengan menggunakan Form C6 milik Dinsilehu dan istri Sugiarti. Selain itu, mereka mencoblos di TPS 09 Manukan Wetan karena memang terdaftar sebagai daftar pemilih di TPS tersebut.

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia