Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik

Hari Ini Coblos Ulang di TPS 49 Manukan Kulon, KPU Pesimis

01 Juli 2018, 06: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia

Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia (quote)

Share this      

SURABAYA - Hari ini (1/7), pencoblosan ulang akan dilaksanakan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 49 Kelurahan Manukan Kulon, Kecamatan Tandes, Surabaya. Sebagai penyelengara,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Surabaya telah mempersiapkan pencoblosan ulang tersebut, termasuk menyerahkan formulir C6 kepada 381 pemilih yang tercatat dalam DPT TPS 49.

Komisioner KPU Surabaya Nurul Amalia mengatakan, warga yang masuk dalam DPT sudah mendapatkan formulir C6 yang jadi syarat pencoblosan. Diharapkan, dengan formulir  C6 tersebut maka warga bisa memanfaatkan waktu luangnya untuk mencoblos. “Karena itu kami tetapkan hari Minggu waktu libur untuk nyoblos,” terangnya.

Meski demikian, kata Nurul, pihaknya pesimis jika semua DPT bisa menggunakan haknya untuk mencoblos. Dari sejumlah pengalaman pemungutan suara ulang (PSU) di berbagai daerah yang sudah dilaksanakan, partisipasi pemilih menurun dibandingkan pencoblosan awal. 

Dan dalam kasus Pilgub  27 Juni lalu, Panwaslu terpaksa  menghentikan pencoblosan sehingga belum diketahui berapa partisipan pemilih di TPS 49. Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 49 juga telah diganti dengan petugas yang baru. Hal tersebut sesuai dengan rekomendasi dari Panwaslu yang langsung ditindaklanjuti dengan cepat. “Persiapan sudah matang untuk pelaksanaan pencoblosan. Fasilitas dan logistik sudah disiapkan oleh KPU untuk pelaksanaan PSU. Kami sudah berkoordinasi dengan Panwaslu agar pelaksaan PSU bisa lancar,” ujarnya.

Pencoblosan ulang di TPS 49 Manukan Kulon ini, terpaksa dilakukan karena Panwaslu Surabaya menemukan pelanggaran di TPS 49. Yakni  adanya dua pemilih yang melakukan coblos ganda di TPS yang berbeda. Dua pemilih yang melakukan coblos ganda di TPS 49 Manukan Kulon dan TPS 09 Manukan Wetan merupakan pasangan suami istri. Yakni, Kudori dan Sulichah.

       Pemilihan ganda tersebut akhirnya terungkap saat pemilik rumah yang menjadi tempat Kudori dan Sulichah kos, merasa tidak mendapatkan C6, dan mendatangi TPS 49 untuk mencoblos. Temuan tersebut akhirnya dikoordinasikan dengan panitia TPS dan dilaporkan ke KPPS dan Panwaslu. Berdasarkan hasil temuan dan kajian Panwaslu, maka perbuatan pasutri menggunakan hak pilih di TPS 49 yang mana bukan TPS pemilih terdaftar jelas melanggar pasal 29 ayat 1 huruf a UU 10 Tahun 2016 tentang pemilihan gubernur, bupati dan wali kota. (vga/nug)

(sb/vga/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia