Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Orangtua Siswa Mengaku Kecewa

Atlet Lari Nasional Ditolak di SMAN 15

30 Juni 2018, 14: 57: 31 WIB | editor : Wijayanto

TANGGAPAN: Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 15 Zaenal Arifin menilai protes ortu siswa yang tak diterima itu hal yang manusiawi.

TANGGAPAN: Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 15 Zaenal Arifin menilai protes ortu siswa yang tak diterima itu hal yang manusiawi. (GINANJAR ELYAS SAPUTRA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Sebagian orang tua (ortu) kecewa terhadap hasil pengumuman Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA/SMK pada tahun 2018, kemarin (25/6). Lantaran anaknya tidak diterima oleh panitia PPDB sekolah melalui jalur prestasi (japres).

Saat pendaftaran terakhir, ada orang tua siswa yang tidak terima karena anaknya ditolak oleh Panitia PPDN di SMAN 15 melalui japres. “Padahal anak saya atlet atletik (lari, Red) sudah juara nasional, tapi kenapa ditolak sama pihak sekolah,” jelas salah satu orang tua yang enggan disebut namanya, Senin (25/6).

Menanggapi protes orang tua calon siswa melalui japres, Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 15 Zaenal Arifin menilai protes itu hal yang manusiawi.

“Atlet itu kan disesuaikan dengan program sekolah. Apalagi kalau atlet tersebut masih dalam kejuaraan Prapon karena belum masuk kategori kejuaraan yang sesungguhnya, karena itu masih proses pemilihan bibit atlet,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (TIKP) Dinas Pendidikan Jatim, Ema Sumiarti mengatakan, pihaknya terbuka membuka klarifikasi terkait masalah tersebut.

“Selama proses PPDB ini kalau memang ada yang tidak berkenan bisa langsung ke sekolah atau ke posko kami di Dinas Pendidikan Jatim. Kami nanti bisa jelaskan mengenai hal tersbut. Kami juga punya rekam jejak prestasi dan nilai yang menjadi pertimbangan PPDB jalur prestasi,” pungkasnya, saat ditemui di kantor Dinas Pendidikan Jatim.

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia