Selasa, 17 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kijang Innova Tabrak Tembok Pegadaian, Ditinggal Pengemudi Menghilang

29 Juni 2018, 21: 32: 28 WIB | editor : Abdul Rozack

RUSAK:  Mobil Kijang Innova nomor polisi W 1767 TS yang kondisinya ringsek usai menabrak tembok kantor Pegadaian di Jalan Dinoyo No 79, Surabaya.

RUSAK: Mobil Kijang Innova nomor polisi W 1767 TS yang kondisinya ringsek usai menabrak tembok kantor Pegadaian di Jalan Dinoyo No 79, Surabaya. (M Mahrus/Radar Surabaya)

Share this      

SURABAYA - Peristiwa kecelakaan tunggal karena pengemudi diduga mengantuk terjadi di jalanan Kota Surabaya sekitar pukul 02.30, Jumat (29/6).  Kecelakaan terjadi di Jalan Dinoyo No 79 atau tepat depan Kantor Pegadaian Wonokromo, Surabaya. 

Akibat peristiwa itu, satu unit mobil Kijang Innova nomor polisi W 1767 TS ringsek. Namun diduga karena ketakutan, selepas kecelakaan pengemudi mobil Kijang malah pulang dan minta dijemput keluarga.

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Antara mengatakan, hingga Jumat siang (29/6) pemilik kendaraan belum teridentifikasi oleh polisi. "Mobil sudah diamankan di kantor Unit Laka. Polisi masih melakukan penyelidikan siapa pemilik mobil itu," ucap Antara ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (29/6). 

Mantan Kanit Lantas Polsek Bubutan itu menjelaskan, sebelum menabrak pagar tembok kantor Pegadaian mobil melaju kencang. Mobil berjalan dari arah utara ke selatan di Jalan Dinoyo. Namun apes, sesampainya di depan kantor Pegadaian, mobil oleng ke kiri dan menabrak tembok pagar kantor Pegadaian. 

"Kondisi mobil ringsek bagian depan sebelah kiri. Dari keterangan saksi pengemudi selamat," imbuhnya.

Sadar mobilnya menabrak tembok, pengemudi keluar. Sempat berjalan dan meminta pertolongan warga sekitar. Tak hanya itu pengemudi yang seorang diri itu meminta diteleponkan keluarganya bahwa dirinya mengalami kecelakaan. 

"Dari keterangan saksi saat itu pengemudi dijemput keluarga. Entah dimana pengemudi saat ini belum diketahui," sambungnya. 

Perwira pertama dengan tiga balok kuning di pundak itu menerangkan, diduga kuat kecelakaan terjadi karena pengemudi mengantuk. Sebab di dalam mobil tidak ditemukan tanda-tanda alkohol atau obat terlarang. 

Akibat kecelakaan itu diduga pengemudi mengalami luka ringan sebagai mana keterangan saksi yang disampaikan kepada pihak kepolisian. "Masih dicari di beberapa rumah sakit tapi belum ditemukan. Dan saat ini kami melakukan lidik melalui nopol kendaraan," pungkasnya.(rus/rud)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia