Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Perhotelan Minta Gresik Kembangkan Wisata

28 Juni 2018, 15: 48: 48 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Tamu hotel didominasi pebisnis dan berharap tamu wisatawan hadir dengan cara pengembangan obyek wisata di Gresik.

Tamu hotel didominasi pebisnis dan berharap tamu wisatawan hadir dengan cara pengembangan obyek wisata di Gresik. (FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Potensi wisata diharapkan mampu mendorong okupansi hotel di  Kabupaten Gresik. Itulah alasan industri perhotelan berharap pemerintah kabupaten (pemkab) Gresik mampu meningkatkan dan mengembangkan potensi wisata yang ada.

General Manager Azana Saptanawa Hotel, Dede Rahmad Sudjana mengatakan saat ini segmen korporasi mampu berkontribusi 60 persen terhadap pendapatan hunian hotel. Sehingga, apabila momen libur panjang dan hari besar islam hotel-hotel di Gresik justru mengalami kelesuan.

“Kami justru berharap Pemkab bisa mengoptimalkan potensi wisata yang ada saat ini. Di luar wisata religi yang sudah ada market sendiri,” ujar Dede saat berkunjung ke Radar Gresik. 

Supaya tidak mengalami kerugian, selama momen libur panjang dan hari raya besar, perhotelan mengandalkan omzet dari sektor food and beverage. Kontribusi sektor food and beverage  mencapai 30 persen.

“Apabila potensi wisata digarap baik, tentu menarik jumlah wisatawan berkunjung ke Gresik. Kami berharap Pemkab minimal menambah wisata kekinian untuk menarik pengunjung,” jelasnya.

Room Divison Pesonna Hotel Gresik, Juan Alfred Purba mengaku, jumlah wisatawan lokal maupun mancanegara yang datang ke Gresik tidak terlalu signifikan. Hal ini diakibatkan di Gresik kurang ada lokasi wisata yang mampu menarik pengunjung internasional.

“Bahkan kalau ada wisatawan asing datang ke Gresik, mayoritas mereka nginap di Surabaya,” tuturnya. Sementara itu, okupansi hotel di Gresik selama ini hanya ramai saat ada event religi seperti haul dan istighosah. Oleh sebab itu, dirinya juga mendorong agar potensi wisata di Gresik digarap dengan baik.

“Jika pemkan ingin mendorong usaha perhotelan maka event wisata juga harus dikembangkan,” tandasnya. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia