Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Pengamanan Gabungan Terjunkan 1.115 Personel

26 Juni 2018, 14: 49: 35 WIB | editor : Wijayanto

START: Gubernur Jatim Soekarwo (tengah) bersama dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengibaskan bendera start pemberangkatan pasukan pengamanan TPS Ops Mantap Praja Semeru 2018 di halaman Mapolda.

START: Gubernur Jatim Soekarwo (tengah) bersama dengan Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin dan Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman mengibaskan bendera start pemberangkatan pasukan pengamanan TPS Ops Mantap Praja Semeru 2018 di halaman Mapolda. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Satu hari menjelang pencoblosan, situasi keamanan Jatim tergolong masih kondusif dan tidak ada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang menonjol. 

Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin mengatakan, kendati demikian, anggota diminta tetap siaga. Situasi yang perlu diwaspadai adalah pasca pencoblosan yakni penghitungan suara. 

"Yang perlu kita antisipasi pasca penetapan perolehan suara, karena masing-masing biasanya merasa menang. Begitu ditetapkan kalah pasti nyalahin semua pihak," ujar Machfud usai memimpin apel Pergeseran Pasukan Pengamanan Tempat Pemungutan Suara di Mapolda Jatim, Senin (25/6). 

Jenderal polisi bintang dua itu menjelaskan, tidak ada perbedaan daerah rawan. Semua daerah menjadi prioritas. Selama tahapan Pilkada upaya pencegahan sudah dilakukan oleh pihak kepolisian. 

Pada Pilkada Jatim 2018 ini, total pasukan Polda Jatim yang diperbantukan sebanyak 1.115 personel gabungan. Mereka disebar ke TPS-TPS di Jawa Timur. Namun di antara daerah-daerah tersebut kawasan Tapal Kuda dan Madura menjadi daerah yang menjadi tujuan Pergeseran pasukan. 

"Memang beberapa Polres ada yang minta penebalan karena pasukan kurang, baik di TPS dan di Mako. Seperti di Madura," jelasnya. 

Di antara daerah yang mendapat penebalan pasukan adalah Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep. Untuk di kawasan Tapal Kuda terdapat Kota Probolinggo, Lumajang dan Bondowoso. 

Disinggung terkait daerah rawan Machfud mengungkapkan, tingkat kerawanan itu bisa dilihat, baik rawan penyimpangan maupun konflik, dari sisi letak geografis dan sejarah konflik di daerah yang dimaksud. 

"Rawan ada dari segi geografi karena jauh dan konflik karena sejarah masa lalu. Kita sudah antisipasi itu. Mudah-mudahan masyarakat Jatim semakin dewasa dan gesek-gesekan bisa dinetralisir," tegasnya.

Sementara itu Pangdam V Kodam Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Arif Rahman, menuturkan bahwa anggota TNI sudah siaga dan turun bersama Polri dalam pengamanan Pilkada di Jatim. 

"Jajaran Kodam 12 ribu dikerahkan. Dan hari ini (kemarin, Red) pasukan sudah membantu kepolisian untuk pengamanan pilkada," ucap Arif Rahman yang juga turut hadir dalam pelaksanaan apel. 

Orang nomor satu di Kodam V Brawijaya itu menegaskan kembali bahwa pihak TNI netral sesuai dengan instruksi Panglima TNI. 

Dalam gelar apel tersebut hadir juga Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Gubernur yang akrab disapa Pak De Karwo itu kembali menegaskan kepada aparatur sipil negara (ASN) untuk tetap bersikap netral.(rus/no)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia