Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Susahnya Menghadapi Mertua Galak, Melebihi Bojo Galak

26 Juni 2018, 06: 05: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Susahnya Menghadapi Mertua Galak, Melebihi Bojo Galak

Susahnya Menghadapi Mertua Galak, Melebihi Bojo Galak (Grafis: Fajar)

Share this      

Banyak yang bilang kalau hubungan mertua dengan mantu banyak gak enaknya. Bisa saja karena tidak rela cinta anak dibagi dengan pasangan baru, bisa karena iri atau memang dasarannya orang yang tidak bisa akur dengan siapapun seperti mertua Karin,28, ini. 

Ismaul Choiriyah - Wartawan Radar Surabaya

Karin, 28 bisa saja menjadi istri yang paling bahagia kalau saja ia tak mendapat mertua yang jahat kepadanya. Betapa tidak, ia dinikahi oleh  pacarnya semasa kuliah yang cinta mati kepadanya. Donwori, 28, suaminya, pernah berkata bahwa dia tidak akan menikahi perempuan manapun jika tidak dengan Sephia. 

Ia juga sangat giat bekerja untuk mengimbangi Sephia yang juga pekerja keras. Sayang sekali, mertua perempuannya yang bermasalah. Hingga pada akhirnya memisahkan hubungannya dengan suaminya. 

“Gak tahan aku punya mertua seperti itu, bawaannya negatif terus,” ujarnya saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Kelas 1A Surabaya. 

Bagaimana tidak sebal, sejak awal pacaran, mertua Karin sudah menunjukan sikap yang kurang bersahabat. Ia sering memarahi Donwori jika perhatian anaknya tercurah pada Karin. Bak di sinetron ia kerap menghalang-halangi Donwori untuk bertemu dengan Karin dengan berbagai cara.  

“Setiap aku ketemu mas (Donwori,Red) dia pasti langsung menelepon dan menjelek-jelekkan saya. Dia bilang saya selalu menghambat rejekinya karena menyita banyak perhatiannya,” imbuh perempuan berambut panjang ini. 

Karin pikir, sikap mertuanya ini akan berangsur pulih sesaat keduanya menikah. Namun rupanya, sikap mertuanya tetap sama, malah semakin menjadi-jadi. Karin yang kini tinggal se rumah sering disalah-salahkan jika nampak bersantai-santai. 

“Kerjaanku iku banyak, selain kerja kantoran aku juga masih nyambi ngelesi, masih jualan, masih nyanyi sana sini. Lha kalau bukan suamiku yang nganter siapa lagi, kalau aku minta anter suami orang lak malah dituduh kurang  ajar,” keluhnya.  

Karin mengaku, bukan cemburu yang dialami mertuanya. Melainkan karena mertuanya dinilai tak memiliki hati yang bersih saja. Ia memarahi Donjuan namun dengan nada keras-keras agar didengar Karin. Ini terjadi tak sekali dua kali, bahkan berkali-kali. 

“ Aku sering dielek-elekno, katanya setelah nikah sama aku, mas berubah sikapnya gak perhatian lagi sama mama, mau-mau aja digobloki istri, ampuuun, aku ya. Meskipun dari desa, bapak ibuku juga orang penting, gak pernah bapak ibukku jahat sama orang,” tandas wanita berambut sebahu ini.  

Karena tak kuat atas perlakuan sang mertua, dirinya memilih untuk berpisah dengan Donwori. Tentu saja, keputusan Karin ini ditolak mentah-mentah oleh suaminya. Namun karena ia yang tak tahan lagi, dan bahkan Donwori juga tak mampu memilih antara dirinya dan orang tuanya, karin akhirnya memutuskan mundur. 

“Cinta ya cinta, tapi kalau orang tuanya seperti itu di rumah rasa neraka. Ya mending say goodbye saja,” pungkas perempuan berwajah manis ini. (*/rud)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia