Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Handoko Bebas, Kasus Tabrak Lari Alphard Bakal Dihentikan

25 Juni 2018, 17: 24: 47 WIB | editor : Abdul Rozack

Remuk : Petugas tengah memeriksa mobil Alphard dalam kondisi rusak dibeberapa bagian akibat amukan massa.

Remuk : Petugas tengah memeriksa mobil Alphard dalam kondisi rusak dibeberapa bagian akibat amukan massa. (dok)

Share this      

Surabaya – Kasus tabrak lari berantai, Alphard mencapai anti klimaks. Betapa tidak demikian, pihak berwajib menyatakan pengemudi Alphard, Handoko, 61, bebas dari segala tuduhan. Salah satu alasan polisi, sampai saat ini tak ada laporan dari korban kecelakaan yang melibatkan pria asal Gubeng Kertajaya Gang 5 Nomor 14, Surabaya itu.     

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya, AKP Antara mengatakan pemeriksaan terdahap Handoko dan istrinya Cenny Anastasia Suthejo sudah selesai dilakukan. Dari hasil pemeriksaan keduanya, pihaknya menetapkan mereka hanya sebagai saksi saja. Sebab polisi tak menemukan adanya pelanggaran atau dugaan tabrak lari yang dilakukan Handoko.  “Kami sama sekali tak menemukan petunjuk jika kendaraan saksi menabrak pengendara lain,” ungkap AKP Antara, Minggu (24/6). 

Antara juga menyebutkan, terkait adanya senggolan antara mobil Handoko dengan mobil Toyota Avanza di Jalan HR Muhammad, yang sebelumnya diduga menjadi korban Handoko juga tak terbukti. Bahkan si pengemudi Avanza belakangan meminta maaf karena dia salah informasi.  

Pengemudi Avanza mengatakan memang sengaja menggunakan mobilnya untuk menghentikan laju mobil saksi Handoko. Sebab saat itu ia melihat mobil Handoko dikejar motor. Salah satu pengendara  motor itu mengatakan Handoko telah melakukan tabrak lari. “Sehingga sebenarnya, pengemudi Avanza itu tak melihat langsung adanya tabrak lari itu,” paparnya. 

Mantan Kanitlantas Polsek Bubutan ini juga mengatakan berdasarkan keterangan Handoko dan istrinya mereka dari awal memang tak terlibat kecelakaan. Saat itu mereka usai mengambil uang di ATM dari kawasan Darmo Satelit. Setelah mereka masuk ke dalam mobil dan berjalan belasan meter ada beberapa motor yang mengikutinya.  Tak hanya itu, mereka juga menggedor-nggedor mobil dan meminta saksi Handoko untuk menepikan mobilnya. “Namun karena khawatir itu modus perampokan, saksi memilih untuk menambah kecepatan, namun mereka panic lantaran sejumlah motor tersebut terus mengejar sambil berteriak-teriak,” paparnya. 

Dari fakta yang sudah dikantongi penyidik menurut Antara tak ada hal yang menyudutkan saksi. Selain itu, hingga saat ini tak ada korban yang melaporkan kecelakaan. Rencananya penyidikan terhadap kasus tersebut akan dihentikan.   “Hanya saja, kami masih menunggu hasil gelar perkara yang rencananya kami lakukan minggu ini,” tandasnya. 

Seperti yang diketahui sebelumnya,  mobil Alphard L 1424 VX yang dikemudian Handoko menjadi amukan massa usai diduga melakukan tabrak lari di kawasan Jalan HR Muhammad. Mobil hitam tersebut dirusak oleh massa lantaran Handoko terus melaju saat massa mencoba menghentikannya. Mobil tersebut berhenti setelah menabrak trotoar di kawasan Gedangan, Sidoarjo. (yua/rtn)

(sb/yua/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia