Minggu, 19 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Surabaya
Komunitas Numismatik

Ditawar Rp 1 Miliar, Bergeming Pilih Pertahankan Koleksi

Sabtu, 23 Jun 2018 19:22 | editor : Abdul Rozack

ASET BERHARGA: Ali Budiono menunjukkan beberapa koleksi uang kuno di rumahnya, di kawasan Petemon Timur.

ASET BERHARGA: Ali Budiono menunjukkan beberapa koleksi uang kuno di rumahnya, di kawasan Petemon Timur. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Bagi seorang kolektor, mengumpulkan koleksi uang kuno bukanlah suatu perkara yang mudah. Ali Budiono rela terbang ke Pontianak untuk mengumpulkan salah satu koleksinya. ”Kalau perjalanan Jakarta atau Jogja sudah hal yang biasa, tetapi karena kemarin melihat barang yang dicari memang cukup langka sehingga perlu nekat untuk terbang ke Pontianak,” terang Ali Budiono, ketua Komunitas Numismatik Surabaya.

Ali, sapaan akrab Ali Budiono melanjutkan, harga dari sebuah uang kuno tergantung dari tingkat kelangkaan uang tersebut. ”Contohnya uang kuno yang memiliki seri nominal besar seperti 500 Golden, memiliki nilai jual yang cukup mahal. Karena memang fisiknya susah dicari di zaman sekarang. Biasanya uang tersebut dulunya hanya dimiliki kaum bangsawan, sehingga peredarannya terbatas,” beber kolektor uang yang sudah berkecimpung selama 30 tahun itu.

Selain karena nominal yang besar, lanjut Ali, juga dipengaruhi dari keterbatasan peredaran. ”Contohnya seperti uang seri wayang yang hanya beredar sesaat saja,” terangnya

Sebagai seorang kolektor, diakui Ali jika harga tinggi dari sebuah uang kuno kadang tidak menjadi pertimbangan lebih untuk memiliki barang tersebut. Buktinya, Ali pernah mendapatkan penawaran Rp 1 miliar untuk satu set uang seri wayang yang dimilikinya. Namun, ia memilih untuk mempertahankan koleksinya tersebut.

Ali berharap anak muda Surabaya bisa ikut menggemari uang kuno di Indonesia ini. ”Uang kuno Indonesia cukup digemari orang asing, karena memiliki banyak varian dari sejak zaman penjajahan hingga sekarang. Oleh karena itu, anak muda Indonesia tidak boleh kalah dalam mencintai warisan bangsa ini,” pungkas Ali. (son/opi)

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia