Minggu, 19 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Pasca Libur, Setoran Tunai ke BI Capai Rp 4,5 T

Sabtu, 23 Jun 2018 13:09 | editor : Wijayanto

PASCA LIBUR; Kesibukan penukaran uang di kantor Bank Indonesia perwakilan Jatim.

PASCA LIBUR; Kesibukan penukaran uang di kantor Bank Indonesia perwakilan Jatim. (DOK/JPNN)

SURABAYA - Aktivitas di sejumlah lembaga perbankan pasca libur Lebaran sudah mulai kembali beroperasi seperti biasanya. Tak terkecuali Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (BI KPW Jatim).

Bahkan, sejak Selasa (19/6) hingga Jumat (22/6) BI KPW Jatim sudah menerima cash in flow atau arus balik kas dari sejumlah lembaga perbankan di wilayah Surabaya mencapai Rp 4,5 triliun. Jumlah ini dari total realisasi uang tunai yang disiapkan untuk kebutuhan Lebaran sebanyak Rp 14,8 triliun.

Hal itu seperti diungkapkan Edhie Haryanto, Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah (SPPUR) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur,  di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat (22/6).

“Hari pertama BI buka setelah Lebaran pada Selasa (19/6) lalu, kami sudah menerima setoran tunai sekitar Rp 2 triliun,” kata dia.

Di hari kedua atau pada Rabu (20/6), Edhie menjelaskan, jumlah setoran tunai yang diterima sebanyak kurang lebih Rp 900 miliar. Sedangkan, di hari ketiga Kamis (21/6), jumlah setoran tunai yang diterima sebanyak kurang lebih Rp 700 miliar, dan disusul jumlah setoran tunai yang diterima Jumat (22/6) sebanyak Rp 917 miliar dari setoran 15 bank.

Menurutnya, tren masyarakat menggunakan uang tunai selama Lebaran setelah belanja dan kemudian disetorkan kembali ke bank. Selain itu, masyarakat menggunakan uang tunai, apalagi yang masih baru, untuk kebutuhan Lebaran paling lama sekitar 1-2 minggu. Selepas itu, akan disetorkan lagi ke bank.

“Artinya, penggunaan uang tunai itu hanya sebentar,” ujarnya. 

Edhie menambahkan, Sejak Selasa lalu layanan tunai dan non tunai di BI KPW Jatim memang sudah berjalan kembali seperti biasanya namun terbatas jam operasionalnya yakni hanya setengah hari. Mulai dari uang perkasan, layanan non tunai seperti sistem RTGS, hingga analisis data yang mulai hari ini. Selain itu, layanan eksternal seperti penarikan uang dari perbankan, sistem pembayaran melalui RTGS dan kliring di bank juga sudah berjalan sejak 19 Juni lalu.

 “Memang lebih baik memakai uang non tunai. Kami dari pihak BI memang memenuhi kebutuhan masyarakat dengan menyiapkan uang tunai sebesar Rp 15,2 triliun untuk Lebaran ini. Tetapi, kami tetap sarankan lebih baik menggunakan uang non tunai,” harap Edhie. (cin/hen)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia