Minggu, 19 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Terakhir, Bahasa Jawa Timuran di Debat Ketiga Pilgub Jatim

Jumat, 22 Jun 2018 22:54 | editor : Abdul Rozack

PERSIAPAN: Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Bhaskoro menjelaskan tentang teknis pelaksanaan Debat Cagub di kantor KPU Jatim, Jumat (22/6). Debat Cagub

PERSIAPAN: Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Bhaskoro menjelaskan tentang teknis pelaksanaan Debat Cagub di kantor KPU Jatim, Jumat (22/6). Debat Cagub Jatim juga akan ada sesi penggunaan bahasa Jawa Timur sebagai kearifan lokal. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - KPU Jatim memberikan bekal terakhir pada masyarakat sebelum memasuki hari tenang dengan debat kandidat pada hari ini (23/6). Dalam debat yang berlangsung malam nanti, direncanakan ada satu segment menjawab dengan berbahasa Jawa. 

Komisioner KPU Jatim Gogot Cahyo Baskoro mengatakan, pihaknya memang sengaja memasukkan segmen berbahasa Jawa Timuran. Ini sebagai langkah kearifan lokal yang berusaha dimasukkan dalam debat. "Ada local wisdom. Menjawab dengan bahasa Jawa Timuran. Awalnya kami ajukan cak Kartolo yang nanti akan membacakan pertanyaan dengan bahasa Jawa Timuran, tapi ternyata tidak bisa. Ada acara lain," ujar Gogot, Jumat (22/6). 

Diakui olehnya, untuk penggunaan bahasa Jawa Timur ini KPU ingin menghadirkan budayawan seperti Kartolo. Namun karena berhalangan maka, pihaknya menggantinya dengan moderator Brigitha Manogara yang kebetulan berasal dari Jatim. Dengan begitu nanti segmen pertanyaan bahasa Jawa Timuran akan disampaikan pembawa acara. 

"Masih ada kemungkinan berubah lagi. Sebenarnya banyak budayawan lain, tapi kami mencari yang belum berafiliasi dengan pasangan calon," jelasnya. 

Selain itu, KPU Jatim juga membuka ruang kepada pasangan calon membawa pendukungnya atau tim pengembira. Hanya saja, dirinya memberikan batasan 100 orang maksimal. Dan harus dilengkapi dengan seragram serta dilarang membawa alat musik yang menggunakan sound sistem. 

"Kami juga telah mengumpulkan pertanyaan dari masyarakat. Ada enam pertanyaan dan seluruhnya sudah diverifikasi panelis. Nanti akan disampaikan oleh panelis kepada kandidat," urainya. Dalam debat nanti tema yang diusung adalah tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Sedangkan 4 panelis adalah Dr Biyanto (UINSA), Dr Dian Fericha SH MH (IAIN Tulungagung), Drs Andy F Wijaya (UNIBRAW) dan Kris Nugroho ( UNAIR). Para panelis ini akan memberi pertanyaan kepada para kandidat sama seperti debat 1 dan 2. 

Gogot menuturkan, sengaja menggelar debat terakhir di penghujung kampanye, agar para pemilih tetap punya ingatan yang segar untuk calon calon yang akan berlaga di Pilgub Jatim mendatang. "Kami berharap  yang belum menentukan pilihan  termasuk yang lain juga masih kuat ingatan tentang siapa paslon gub Jatim yang akan mereka pilih," tandasnya. (bae/nug)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia