Minggu, 23 Feb 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

RSUD Barat Tunggu Persetujuan Dewan

20 Juni 2018, 07: 28: 07 WIB | editor : Lambertus Hurek

Lahan yang akan dipakai untuk membangun RSUD Sidoarjo Barat.

Lahan yang akan dipakai untuk membangun RSUD Sidoarjo Barat. (DOK)

Share this      

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo ingin segera mewujudkan pembangunan RSUD Sidoarjo Barat di Kecamatan Krian. Bupati Sidoarjo Saiful Ilah mengatakan, saat ini pihaknya tinggal menunggu persetujuan dari DPRD Sidoarjo. Di kalangan legislatif masih ada polemik seputar mekanisme pembiayaan rumah sakit plat merah tersebut.

“RSUD Sidoarjo yang ada di kota pasiennya setiap hari hampir 2.000 orang. Itu pun kebanyakan rujukan dari luar daerah Sidoarjo,” ujarnya, Senin (18/6). Karena itu, pemkab ingin mengakomodasi keluhan masyarakat yang berada di wilayah barat agar bisa mendapatkan pelayanan medis yang memuaskan. Sehingga mereka tidak perlu jauh-jauh ke Sidoarjo.

Bupati yang akrab disapa Abah Ipul ini menambahkan, Pemkab Sidoarjo sangat setuju jika rencana pembangunan RSUD di Kecamatan Krian itu menggunakan skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU). Sehingga pemkab tidak ikut ribet membangun, tapi masih bisa melakukan kontrol terhadap rumah sakit itu. "Saya rasa skema ini sangat menguntungkan. Dan, skema ini digunakan di Jepang,” jelasnya.

Kendati demikian, menurut Abah Ipul, pemkab masih menunggu persetujuan dari DPRD Sidoarjo. Gubernur Jatim Soekarwo bahkan sudah mendesak agar RSUD Sidoarjo Barat itu bisa segera dimulai proses pembangunannya. "Tapi saya bilang masih tunggu persetujuan dewan dulu,” ungkapnya sembari tersenyum.

Anggota Komisi D DPRD Sidoarjo Bangun Winarso mengatakan, RSUD Sidoarjo Barat tetap dibangun dengan APBD Kabupaten Sidoarjo. Sebab, sesuai dengan perhitungan, kebutuhan dana hanya sekitar Rp 250 miliar. “Kekuatan APBD Sidoarjo sangat cukup untuk membangun RSUD Sidoarjo Barat,” ujarnya.

Bangun mengatakan, lima fraksi di DPRD Sidoarjo setuju pembangunan RSUD Sidoarjo Barat dengan menggunakan APBD. “Nilai Silpa APBD tahun 2017 kita mencapai Rp 1 triliun. Jadi, masalah pembiayaan pembangunan RSUD bukanlah hal yang sulit untuk diwujudkan,” pungkasnya. (mus/rek)

(sb/mus/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia