Minggu, 19 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pemabuk Pembacok Iwan, Tertangkap, Bakal Temani Kakaknya Dipenjara

Jumat, 15 Jun 2018 18:01 | editor : Abdul Rozack

BARANG BUKTI: Kapolsek Wonokromo Kompol Gede Suartika (kiri) menunjukkan parang yang berlumuran darah milik tersangka Reo (tengah) didampingi Kanit Re

BARANG BUKTI: Kapolsek Wonokromo Kompol Gede Suartika (kiri) menunjukkan parang yang berlumuran darah milik tersangka Reo (tengah) didampingi Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristitanto (kanan). (istimewa)

SURABAYA - Kinerja Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo patut diacungi jempol. Bagaimana tidak, hanya kurang dari 24 jam, sukses membekuk pelaku pembacokan terhadap Iwan Fauzi, 30, warga Karangrejo Sawah XIV yang tinggal di Jalan Karangrejo VI C, Wonokromo, Surabaya.

Pelaku adalah Reo Saputro, warga Jalan Pulo Tegalsari Gang V. Pria berusia 36 tahun itu diringkus tak jauh dari rumahnya tanpa ada perlawanan. Selain membekuk tersangka, polisi menyita sebilah parang yang sebelumnya digunakan untuk membacok tubuh Iwan hingga terluka parah.

"Tersangka penganiayaan kami ringkus kurang dari satu kali 24 jam," ujar Kapolsek Wonokromo Kompol Gede Suartika didampingi Kanit Reskrim Polsek Wonokromo Iptu Ristitanto, Kamis (14/6).

Kepada penyidik tersangka mengaku dendam kepada korban lantaran tersangka menuduh, korban adalah SP (spionase) alias mata-mata polisi dalam kasus penyalahgunaan narkoba.Sebab, sebelumnya kakak tersangka Reo, disergap anggota Tim Anti Bandit Polsek Wonokromo hingga dijebloskan ke sel dalam kasus penyalahgunaan narkoba.
Saya dapat kabar kalau kakak saya ditangkap polisi atas informasi dari korban," ucap tersangka Reo kepada awak media saat rilis di Mapolsek Wonokromo.

Informasi tersebut diterima tersangka setelah mengunjungi kakaknya yang berada di Lapas Medaeng. Merasa naik pitam setelah mendengar cerita kakaknya, kemudian tersangka bermaksud ingin memberi pelajaran kepada korban yang masih teman sewaktu sekolah dasar itu.

Saat beraksi, tersangka Reo bersama seorang rekannya yang berinisial AS yang kini menjadi buron. Dalam keadaan mabuk tersangka berdua mendatangi rumah kos korban di Jalan Karangrejo VI-C Selasa petang (12/6).
Tanpa basa-basi dua pelaku langsung membacok tubuh korban yang saat itu tengah memandikan dua anaknya yang masih kecil di kamar mandi kos. Akibat sabetan parang, tangan kiri korban nyaris putus, kening dan paha mengalami luka robek.
"Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 351 ayat 1 dan 2 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan. Ancaman hukumannya lima tahun kurungan penjara," tandasnya.(rus/no)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia