Jumat, 20 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Pelaku Tabrak Lari Mobil Alphard, Handoko Berdalih Jadi Korban Fitnah

09 Juni 2018, 22: 58: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PELAKU: Hartono Handoko belum bisa memberikan penjelasan lengkap akibat sakit mata yang belum sembuh.

PELAKU: Hartono Handoko belum bisa memberikan penjelasan lengkap akibat sakit mata yang belum sembuh. (Dokumen Radar Surabaya)

Share this      

Surabaya – Kasus tabrak lari berantai Alphard mulai menemui titik terang. Ini menyusul keterangan yang disampaikan istri pelaku perihal kronologis kejadian. Dalam keterangannya, pelaku menjadi korban fitnah seseorang  yang  berteriak pelaku tabrak lari. Akibatnya mereka dikejar massa.

Keterangan ini diterima pihak berwenang saat memeriksa pelaku tabrak lari berantai, Hartono Handoko, 61, dan istri. Hanya saja Hartono Handoko  belum bisa memberikan  penjelasan lengkap akibat sakit mata yang belum sembuh. 

Kanit Laka Lantas Polrestabes Surabaya AKP Antara mengatakan memang benar pengemudi Alphard dan istri sudah diperiksa. Mereka sudah hadir namun Handoko  tidak bisa dimintai keterangan penuh masih sakit.” Sementara hanya istrinya," ujar Antara saat dikonfirmasi Radar Surabaya, Sabtu (9/6). 

Antara menambahkan, dari keterangan istri Hartono kasus dugaan tabrak lari itu bermula saat Handoko berada di kawasan Citraland. Saat itu mobil Handoko berjalan melewati parkiran sepeda motor. 

Tiba-tiba mobil yang dikemudikan menyenggol salah satu motor. Kondisi motor tidak jatuh. Pengemudi pun berhenti untuk menunggu pemilik motor datang. Namun karena tidak kunjung mendatangi, Handoko melanjutkan perjalanan.

Tiba-tiba di tengah jalan saat perjalanan menuju rumah, Handoko dibuntuti seorang yang mengemudikan mobil berwarna putih. Salah seorang sopirnya turun. Dikira Handoko, sopir tersebut merupakan pemilik motor. Namun ternyata dugaan itu salah. "Kata istrinya demikian, ada orang yang menggunakan mobil warna putih, badan kurus," jelasnya.

Setelah itu tak berselang lama muncul pengendara teriak-teriak tabrak lari. Karena takutan,  pengemudi Alphard melaju ke arah Jalan Mayjend Sungkono. Bukannya terhindar dari amukan massa, malah massa semakin banyak yang mengejarnya. Hingga akhirnya muncul satu unit mobil yang dikemudikan Marsudiono, dan ikut mengejar pengemudi Alphard. Hingga akhirnya pengemudi menabrak beberapa kendaraan di Jalan Ahmad Yani dan berhenti di Gedangan Sidoarjo lalu dimasa. "Keterangan saksi masih kita cocokkan dengan CCTV," jelasnya. 

Sekedar diketahui, Hartono dan istirnya menjadj sasaran amuk massa di depan Pasmar Gedangan Sidoarjo. Pasutri itu diamuk lantaran telah menabrak tiga kendaraan. Pengendara yang kesal lantas menghujani mobil dengan batu, potongan kayu, dan helm. Akibat dimassa, pengemudi Alphard dan istrinya mengalami luka-luka di muka.(rus/rtn)

(sb/rus/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia