Senin, 20 Aug 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Tukar Uang di Bank, Tak Ada Potongan dan Dijamin Asli

Jumat, 08 Jun 2018 16:37 | editor : Abdul Rozack

Ilustrasi tukar uang

Ilustrasi tukar uang (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Untuk memenuhi kebutuhan uang baru warga Surabaya menjelang lebaran 2018, tahun ini Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyiapkan uang baru sebesar Rp 15,1 triliun.

Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Yudi Harymukti mengatakan, jumlah tersebut lebih besar dari tahun sebelumnya. Yaitu Rp 13,1 triliun atau meningkat sekitar 15,3 persen. 

Menurutnya, meningkatnya kebutuhan uang baru jelang Lebaran dikarenakan minat masyarakat untuk menukarkan uang baru terbilang tinggi. Ditambah, hari libur lebaran yang bertambah. Sehingga, kebutuhan akan uang baru juga meningkat.

"Menjelang lebaran, minat masyarakat akan uang baru meningkat, itu hal yang wajar. Karena memang terjadi dari tahun ke tahun saat lebaran. Belum lagi, libur lebaran menjadi 12 hari. Itu menurut saya, memberikan pengaruh juga," ujarnya.

Untuk menunjang mekanisme penukaran uang baru, Bank Indonesia telah bekerjasama dengan 66 perbankan melalui 301 outletnya yang ada di Surabaya.

"Penukaran uang di bank sudah dimulai sejak 22 Mei hingga 7 Jun. Khusus Surabaya, waktu penukaran dilakukan setiap Selasa-Kamis baik masyarakat maupun nasabah bersangkutan bisa melakukan penukaran uang baru," terangnya.

Menurut Yudi, mekanisme penukaran uang baru tahun ini, Bank Indonesia menerapkan sistem paket. Masing-masing penukar diberi kesempatan menukarkan uang maksimal Rp 3,7 juta.

"Jumlah tersebut mencakup pecahan Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, dan Rp 2.000. Tidak boleh menukar Rp 10 ribuan saja atau Rp 20 ribuan saja dan masing-masing penukar diberikan kesempatan satu kali," jelasnya.

Untuk bisa melakukan penukaran uang baru, lanjut Yudi, Bank Indonesia mewajibkan masyarakat menyertakan KTP atau identitas diri lainnya. Tujuannya, untuk pencatatan supaya masyarakat tidak melakukan penukaran lebih dari sekali. "Meskipun nanti menukarnya berbeda-beda tempat, dan lebih dari satu kali, tetap tidak bisa. Karena kami sudah mencatatnya," tambahnya.

Dalam lima hari penukaran uang di Makodam, Yudi mengaku, Bank Indonesia telah menyiapkan uang baru sebesar Rp 24 miliar. "Di mana per harinya sebesar Rp 4,8 miliar. Karena per hari ada sekitar 1.300 penukar dengan 12 perbankan," terangnya.

Yudi mengimbau, supaya masyarakat melakukan penukaran uang di bank resmi atau tempat layanan penukaran uang yang sudah disiapkan oleh Bank Indonesia.

"Karena kalau tukar uang di pinggir jalan belum tentu terjamin keasliannya. Belum lagi ada potongan, kalau tukar di bank dan layanan penukaran kan sudah terjamin keamanannya dan tidak ada potongan juga," terangnya.

Selain itu, Yudi juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan uang elektronik atau e-money dalam hal penukaran uang. "Kami dari pihak BI juga pelan-pelan menyarankan masyarakat untuk beralih ke e-money atau nontunai karena lebih efisien juga aman," imbuhnya.

Akan tetapi, tidak dipungkiri juga dari tahun ke tahun animo masyarakat untuk melakukan penukaran uang baru masih terus meningkat.

"Karena itu satu di antara budaya masyarakat Indonesia secara umum saat menjelang lebaran. Maka dari itu, kami mendorong masyarakat pelan-pelan secara bertahap untuk menggencarkan penggunaan uang non tunai juga," pungkasnya.(cin/no)

(sb/cin/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia