Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Bentuk Tim Khusus Awasi Perizinan dan Utilitas Rumah Kos

Antisipasi Kebakaran Maut di Kebalen

06 Juni 2018, 16: 23: 12 WIB | editor : Wijayanto

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (DOK)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya akan membentuk tim khusus untuk mengecek perizinan kos-kosan hingga sejumlah utilitas di rumah kos tersebut. Hal itu dilakukan agar keberadaan kos-kosan di Kota Pahlawan bisa terpantau.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, tim tersebut akan dibentuk setelah lebaran. Nantinya, tim itu akan mendata sejumlah kos-kosan yang ada di setiap kecamatan. Termasuk dari sisi kelayakan hingga izin. "Kita akan tertibkan karena banyak kos-kosan yang tidak layak," katanya, Selasa (5/6).

Dia mengungkapkan, kejadian kebakaran di Kebalen, Kelurahan Krembangan, Kecamatan Pabean Cantikan yang menewaskan delapan orang di kos-kosan harus jadi pelajaran berharga. Kos-kosan yang tidak memiliki ruang untuk keluar yang memadai juga harus jadi evaluasi. "Termasuk listrik juga akan kita lihat kondisinya melalui tim yang akan kita bentuk," imbuhnya.

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya ini mengungkapkan, jika nantinya ada rumah kos-kosan yang tidak sesuai, maka akan ada rekomendasi. Baik itu untuk pembenahan maupun renovasi agar aman. "Jangan sampai kebakaran terulang lagi yang akhirnya meresahkan," ucapnya.

Nantinya, pemkot juga akan mengedarkan surat edaran ke masing-masing pemilik kos. Diharapkan, dengan adanya evaluasi itu maka kelayakan rumah kos juga akan jadi prioritas. Sehingga, antisipasi kebakaran bisa dilakukan untuk mencegah banyak korban.

Saat ini pun, pemkot juga telah mengimbau agar masyarakat menjaga kondisi rumahnya dari penyebab kebakaran. Di antaranya soal listrik dan kompor gas. Selain itu, lahan kosong juga jadi perhatian karena bisa terjadi kebakaran akibat cuaca panas.

Dia menambahkan, saat lebaran nanti petugas PMK dan kendaraan operasional tetap stand by di masing-masing pos PMK. Petugas yang tidak libur tetap akan menjalankan aktivitas untuk mengantipasi adanya kebakaran. "Petugas PMK nanti shift piket, jadi kantornya tidak ada yang kosong petugasnya," pungkasnya. (vga/nur)

 

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia