Minggu, 08 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Gresik

Bros Batu Alam Meningkat 100 Persen

06 Juni 2018, 15: 13: 36 WIB | editor : Aries Wahyudianto

NAIK TAJAM: Heny Rosalia Indah menyelesaikan pesanan bros batu alam yang akan digunakannya saat Lebaran.

NAIK TAJAM: Heny Rosalia Indah menyelesaikan pesanan bros batu alam yang akan digunakannya saat Lebaran. (Esti/Radar Gresik)

Share this      

KOTA-Tren batu akik bisa kembali muncul. Namun saat ini batu tersebut tidak menjadi booming untuk cincin, melainkan muncul dalam kemasan berbeda. Batu alam itu kini digunakan para kaum hawa untuk dijadikan bros dan penghias outfit yang mewah dengan batu atau yang disebut bros cabochon.

Rupanya, bros ini memiliki daya tarik tersendiri bagi kaum wanita, khususnya kalangan kelas menengah ke atas. Sebab, bros dengan tampilannya yang glamour dan merupakan batu alam asli membuatnya jadi buruan pelengkap hijab. Apalagi trennya juga sedang naik daun dan para perajinnya pun pesanannya meningkat 100 persen.

“Dua minggu sebelum Lebaran ini sudah close order,” tutur salah satu perajin bross cabochon asal KH Zubair, Heny Rosalia Indah.

Bila dilihat, bros dari batu alam ini nampak mewah dengan kombinasi manik-manik. Biasanya desain ini dirangkai sesuai keinginan dan mode pembuatnya. Sejauh ini, produsen seperti Heny menggunakan batu jenis fosil untuk membuat bros semakin terlihat mewah. “Peminatnya kebanyakan dari luar Gresik, bahkan sampai ke luar pulau,” tambahnya.

Ia menerangkan per bulan Heny bisa memproduksi hingga 25-35 biji bros di hari biasa. Sedangkan di hari libur produksinya naik 60 biji. Lalu, hasil produksi itu dikirim ke konsumen.  “Sebulan sebelum puasa, pesanan sudah membeludak sudah dua kali lipat,” urainya.

Ia menjelaskan, kebanyakan konsumen juga memilih bros caobhocon ini sebagai hadiah atau suvenir. Misal untuk ibu atau pejabat. Apalagi menjelang Lebaran seperti ini banyak yang ingin tampil beda dan unik. “Kebanyakan juga untuk pamnis hijab,” lanjut dia.

Sejauh ini, batu yang menjadi favorit untuk bros ini adalah jenis batu fosil cabochon. Bros ini didesain beserta rangkaian manik yang menjuntai membuat brosnya nampak mewah. “Harganya bermula dari Rp 50 ribu hingga Rp 125 ribu,” papar Heny.

Salah satu yang tertarik dengan bros bebatuan ini adalah, Nikmatul Hasanah asal Kebomas. Ia menganggap keasingan jenis batu inilah yang menjadikannya sebagai aksesoris ekslusif. Bahkan untuk Lebaran ini, ia sudah mempersiapkan beberapa bros batu yang memiliki warna netral agar bisa dikaitkan dengan berbagai outfit. (est/jee)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia