Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Telur dan Daging Ayam Ras Picu Inflasi Jatim

05 Juni 2018, 13: 01: 08 WIB | editor : Wijayanto

PENYESUAIAN HARGA: Pedagang menata telur ayam dagangannya di lapak miliknya yang ada di Pasar Pegirian, Surabaya. Kenaikan harga telur ayam ras menjadi salah satu pemicu kenaikan inflasi bulan Mei 2018 di Jawa Timur.

PENYESUAIAN HARGA: Pedagang menata telur ayam dagangannya di lapak miliknya yang ada di Pasar Pegirian, Surabaya. Kenaikan harga telur ayam ras menjadi salah satu pemicu kenaikan inflasi bulan Mei 2018 di Jawa Timur. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan angka inflasi Jawa Timur bulan Mei 2018 sebesar 0,17 persen. Komoditas utama yang memberikan andil terbesar terhadap inflasi adalah telur ayam ras, angkutan udara, dan daging ayam ras.

Kepala Badan Pusat Statistik Jawa Timur Teguh Pramono mengatakan, tingginya permintaan telur ayam menjelang bulan puasa membuat harga telur ayam naik drastis di pasaran. Walaupun di akhir bulan Mei, harga telur ayam ras sudah berangsur-angsur turun, namun secara rata-rata harga telur ayam di bulan Mei lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

"Hal ini membuat telur ayam menjadi komoditas utama penyebab terjadinya inflasi. Persentase perubahan harga telur ayam ras di Jawa Timur sebesar 11,6 persen dan di Surabaya sendiri sebesar 11,06 persen," terangnya di Kantor Badan Pusat Statistik Jawa Timur, Surabaya, Senin (4/6).

Teguh menambahkan, angkutan udara juga menjadi komoditas penyebab terjadinya inflasi. Hal ini dikarenakan adanya kenaikan tarif angkutan udara terutama di Kota Malang.

Sama halnya dengan telur ayam, Teguh mengatakan, harga daging ayam ras menjelang bulan puasa juga mengalami kenaikan yang dikarenakan tingginya permintaan.

"Komoditas telur ayam ras dan daging ayam ras merupakan dua komoditas yang menjadi pendorong utama terjadinya inflasi di seluruh kota IHK di Jawa Timur," kata dia.

Selain tiga komoditas utama pendorong inflasi di atas, Teguh mengatakan, komoditas lain yang juga mendorong terjadinya inflasi bulan Mei ialah kontrak rumah, bahan bakar rumah tangga, bawang merah, tempe, pir, makanan ringa atau snack, dan batu bata atau batu tela.

Dia menyampaikan, inflasi tertinggi terjadi di Sumenep, yakni mencapai 0,30 persen, dan diikuti Malang sebesar 0,29 persen, Jember sebesar 0,25 persen, Surabaya sebesar 0,17 persen, Banyuwangi sebesar 0,13 persen, Madiun sebesar 0,12 persen, dan Probolinggo sebesar 0,09 persen. (cin/hen)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia