Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Risma Pastikan Perekonomian Sudah Pulih

01 Juni 2018, 11: 10: 52 WIB | editor : Wijayanto

APRESIASI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada veteran pejuang kemerdekaan RI  diacara Hari Jadi Kota Surabaya ke 725.

APRESIASI: Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memberikan penghargaan kepada veteran pejuang kemerdekaan RI diacara Hari Jadi Kota Surabaya ke 725. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke 725 dilaksanakan di Taman Surya, Kamis (31/5). Peringatan dalam bentuk resepsi tersebut dilaksanakan lebih sederhana tetapi meriah.

Ratusan siswa dilibatkan dalam resepsi yang menampilkan berbagai kesenian dan atraksi tersebut. Sepanjang acara resepsi, musik gamelan khas Suroboyoan selalu mengiringi setiap acara hingga akhir.

Bahkan, ada pula paduan suara pelajar Surabaya yang membawakan lagu-lagu daerah khas Surabaya. Pada kesempatan itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini juga memberikan 102 penghargaan kepada masyarakat dan para tokoh yang dinilai mendukung perkembangan Surabaya.

Seusai pemberian penghargaan, giliran 275 penari cilik atau anak-anak menampilkan tari remo. Jumlah itu diambil dari Hari Jadi Kota Surabaya yang sudah memasuki usia ke 725.

Dengan alunan musik remo, tiba-tiba ratusan anak kecil itu datang dari sisi timur dan sisi barat Balai Kota Surabaya. Mereka langsung menyedot perhatian warga Surabaya yang menonton upacara dan tamu undangan yang hadir.

Kemeriahan tak berhenti sampai disitu, sebab acara berikutnya adalah penampilan opera “Surabaya Ceria”. Saat itu, anak-anak berprestasi di Kota Surabaya tampil memakai baju sesuai keahlian atau bakatnya masing-masing. Selain itu, yang nampak mencolok adalah penampilan anak-anak yang memakai baju sesuai agamanya masing-masing.

Dalam sambutannya, Tri Rismaharini mengatakan, peringatan Hari Jadi Kota Surabaya ke 725 masih dalam kondisi berduka. Kejadian bom bunuh diri yang teradi di Surabaya masih membawa luka mendalam bagi masyarakat Surabaya.

“Tetapi jangan menyerah dan harus bangkit,” katanya.

 Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih maju dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan, ia juga ingin membuktikan kepada dunia bahwa kebersamaan di Surabaya bisa mewujudkan cita-cita pendiri bangsa.

“Bangsa ini bukan bangsa yang lemah, yang menerima kemerdekaaan sebagai hadiah penjajah. Itu telah dibuktikan725 tahun lalu dan 10 Nopember 1945,” ujarnya.

Risma mengaku dunia ekonomi dan bisnis di Surabaya sudah bergerak dengan masif pasca musibah itu, demikian juga mobilitas dalam dan luar negeri serta implementasi dari investasi juga telah berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Surabaya sudah kembali aman dan tidak terpengaruh,” tegasnya.

Dia menambahkan, tantangan terbesar ke depan yang dihadapi dalam upaya membangun Surabaya yang hebat, yakni dibutuhkannya daya kreativitas tinggi yang ditunjang kerja keraspantang menyerah, serta mau belajar dari yang berbagai pengalaman untuk menggapai keberhasilan. (vga/rud)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia