Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Cegah Radikalisme dengan Safari Ramadan

01 Juni 2018, 11: 08: 13 WIB | editor : Wijayanto

APRESIASI: Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) menyerahkan penghargaan kepada anggota dan keluarga Polri disela-sela silaturahmi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (31/5).

APRESIASI: Kapolri Jendral Polisi Tito Karnavian (kedua kiri) bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto (kiri) menyerahkan penghargaan kepada anggota dan keluarga Polri disela-sela silaturahmi di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (31/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Tito Karnavian menggelar safari Ramadan di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (31/5). Safari yang rencananya digelar ke seluruh daerah di Indonesia itu bertujuan untuk menjaga sinergisitas TNI – Polri dan Masyarakat, serta untuk mencegah radikalisme tumbuh di Masyarakat.

Selain kedua tokoh nasional tersebut, nampak hadir pula dalam acara safari Ramadan yang dipusatkan di Mapolrestabes Surabaya itu diantaranya Gubernur Jatim Soekarwo, Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Arif Rahman, Pangkoarmada II Laksamana Muda TNI Didik Setiyono, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Rudi Setiawan, dan Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Dalam sambutannya, Jenderal Tito Karnavian sempat menyinggung tentang peristiwa teror yang terjadi di Surabaya beberapa pekan lalu. Tito menyebut bahwa fenomena teror yang terjadi di Surabaya merupakan fenomena yang tergolong baru karena melibatkan satu keluarga, perempuan dan anak-anak.

”Bahkan pelaku membawa identitas dan motor asli, dalam artian mereka memang secara terang-terangan ingin meledakkan diri dan diketahui identitasnya,” tegas Tito.

Tito menggaris bawahi bahwa fenomena tersebut tidak lepas dari berkembangnya paham radikalisme yang mengakar di masyarakat. Oleh karena itu pihaknya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terlibat menekan perkembangan paham radikalisme ini.

”Penangkapan pelaku teroris memang menjadi tugas TNI dan Polri, namun masalah penanganan radikalisme TNI dan Polri tidak memiliki kapasitas dalam bidang tersebut,” imbuhnya.

Tito juga berpesan bahwa peristiwa teror yang terjadi di Surabaya dapat dijadikan momentum untuk memperkuat tiga pilar yang ada. ”Dengan adanya peristiwa ini akan mampu memperkuat Surabaya dari sebelumnya,” imbuh Tito

Panglima TNI Marsekal Hadi juga menegaskan bahwa salah satu tujuan dari giat safari Ramadan ini bertujuan untuk mengingatkan masyarakat tentang bahaya radikalisme.

”Mari kita bersama-sama untuk berpikir menyelamatkan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” tegasnya. (son/rud)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia