Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Hendak Beli Obat, Kakek Jatuh dari Jembatan

29 Mei 2018, 20: 55: 08 WIB | editor : Lambertus Hurek

Puluhan warga menyaksikan jenazah Saroji di dekat Jembatan Porong.

Puluhan warga menyaksikan jenazah Saroji di dekat Jembatan Porong. (IST)

Share this      

Warga Dusun Pesantren, Kelurahan Porong, Kecamatan Porong, dikejutkan dengan penemuan sesosok jenazah pria sepuh yang tergeletak di samping sepeda pancal, Selasa (29/5) pagi. Korban ditemukan dalam keadaan lebam dan berdarah di hidungnya.

Warga kemudian menghubungi Polsek Porong. Awalnya, identitas korban tidak diketahui. Namun, tak lama kemudian, pihak keluarga datang dan menyatakan bahwa jenazah tersebut adalah Saroji, 65, warga Dusun Kisik, Desa Gempol, Kecamatan Gempol, Pasuruan. Dugaan sementara, korban terjatuh dari Jembatan Porong dan terjun ke bawah jembatan setinggi tiga meter hingga meninggal dunia.

Penemuan mayat bermula ketika Ali Fahmi, 55, warga setempat, melihat ada seseorang di depan rumah kosong samping Jembatan Porong. Lokasi tersebut diketahuii sering digunakan tunawisma untuk bermalam. Pagi itu, Ali melihat sang kakek tertidur di jalan. Bukan di samping rumah kosong tersebut. Sepeda angin berada di sampingnya. 

"Saksi ini hendak membangunkan karena korban yang menutup jalan tersebut. Saat didatangi, ternyata korban dalam keadaan mata bengkak dan mengeluarkan darah di bagian tubuhnya," kata Kanitreskrim Polsek Porong Iptu Sulasno.

Saksi yang terkejut sempat mencoba membangunkan korban. Ia menggerak-gerakkan tubuh korban, namun tidak ada respons. Saat diperiksa sudah tidak bernapas. Ia pun langsung memberitahu warga sekitar, kemudian menghubungi kepolisian. Polisi yang datang langsung melakukan pemeriksaan dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). "Awal kami ke lokasi tidak ada identitas yang kami temukan di tubuh korban. Kami sempat menyatakan jenazah tersebut Mr X," tuturnya.

Tak berselang lama, salah satu keluarga korban datang dan mengenalinya sebagai Saroji. Anak korban tersebut memastikan setelah membawa identitas dan mengenali korban yang hilang sejak Senin (28/5) sore. "Usai mendegar penemuan jenazah, pihak keluarga langsung ke lokasi dan membenarkan jika itu anggota keluarganya yang sempat menghilang," terang Iptu Sulasno.

Dari olah TKP, polisi menduga korban yang mengendarai sepeda angin ini melaju di sekitar jembatan. Jembatan yang menurun sehingga membuat sepeda yang dikayuh korban ini tidak bisa dikendalikan dan oleng. Kemudian menabrak bahu jalan di jembatan tersebut. Karena tidak ada pembatas, korban bersama sepedanya jatuh ke bawah samping jembatan. Ketinggian jembatan dengan bawahnya yang mencapai tiga meter, membuat korban meninggal dunia dengan luka di wajah dan kepalanya.  "Lebam yang dialami korban dan keluar darah itu diduga karena benturan saat jatuh dari ketinggian," jelasnya.

Iptu Sulasno mengatakan, dari keterangan anak korban, bapaknya yang bekerja sebagai tukang becak ini pada Senin (28/5) sore pamit hendak membeli obat untuk ibunya yang sedang sakit. Korban mengayuh sepedanya ke salah satu apotek di Porong. Namun, sampai malam tidak juga kembali. "Pihak keluarga melakukan pencarian dan mendengar ada penemuan mayat itu," tuturnya. (gun/rek) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia