Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo

Asyiknya Berswafoto di Jembatan Tambakrejo Krembung

29 Mei 2018, 20: 49: 12 WIB | editor : Lambertus Hurek

Beberapa remaja asyik swafoto di jembatan yang menghubungkan Tambakrejo dan Ngoro.

Beberapa remaja asyik swafoto di jembatan yang menghubungkan Tambakrejo dan Ngoro. (Satria Nugraha/Radar Sidoarjo)

Share this      

Banyak cara dilakukan warga untuk ngabuburit. Misalnya, bersantai di rumah sambil nonton televisi, jalan-jalan di pusat perbelanjaan ataupun taman sambil menunggu datangnya berbuka puasa. Tetapi, warga Krembung Sidoarjo punya tempat yang asyik untuk ngabuburit.

Fenti, Salwa, dan Putri, tiga remaja asal Desa Tambakrejo, Kecamatan Krembung, kemarin, memarkir sepeda motornya lalu berjalan ke tengah jembatan kayu yang membentang di atas Sungai Porong. Mereka lalu mengeluarkan ponselnya untuk berswafoto. Tak puas hanya satu tempat saja, mereka bertiga kemudian bergeser ke sisi selatan jembatan untuk mendapat foto terbaik.

"Nanti hasilnya akan kita unggah di Instagram dan Facebook. Kita pilih dulu yang terbaik," ujar Salwa. Tiga remaja bersahabat ini memang hobi berfoto. Berbagai tempat pun sudah dikunjungi. "Tapi di sini berbeda. Bisa berfoto di tengah-tengah sungai yang sedang surut sambil menunggu azan Magrib," jelas Feni. Mereka bertiga baru sekali datang ke jembatan ini setelah melihat di Instagram temannya.

Lain lagi Yeni dan Tata. Dua remaja asal Wunut, Porong, ini rela jauh-jauh datang ke jembatan kayu ini setelah melihat di medsos yang membuat keduanya penasaran. Mereka kemudian mengeluarkan kamera DSLR-nya untuk berfoto bergantian. Sama seperti remaja lainnya, hasil fotonya juga akan diunggah di Instagram. "Ini pertama kalinya kita ke sini. Ternyata asyik juga," ujar Tata. Mereka berdua juga sudah membawa bekal makanan ringan dan minuman untuk berbuka.

Ya, jembatan kayu sepanjang 170 meter dengan lebar 2 meter yang membentang dari Desa Tambakrejo, Krembung, Sidoarjo, dan Dusun Sugo, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, ini memang menjadi primadona baru bagi warga sekitar untuk ngabuburit. Satomar, 54, warga sekitar mengatakan, semenjak jembatan rampung seminggu lalu, setiap sore selalu ramai dikunjungi warga, khususnya remaja untuk berfoto. "Biasanya mulai jam setengah lima mereka berdatangan," terangnya.

Satomar yang mempunyai lahan sawah di selatan sungai juga mengaku sangat bersyukur dengan adanya jembatan ini. Sebelumnya ia harus memutar jauh ke barat dan memakan waktu sekitar satu jam. "Sekarang paling sepuluh menit sudah nyampai sawah," ujar Satomar.

Untuk menggunakan jembatan ini, warga yang lewat harus membayar Rp 2.000. Jembatan ini juga buka 24 jam. Anda tertarik berswafoto di sini? (sat/rek)

(sb/sat/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia