Sabtu, 14 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Waspadai Paket Tanpa Identitas Jelas

26 Mei 2018, 14: 15: 26 WIB | editor : Wijayanto

PATROLI: Selain melakukan penjagaan, anggota kepolisian juga melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha ekspedisi untuk mewaspadai paket yang mencurigakan.

PATROLI: Selain melakukan penjagaan, anggota kepolisian juga melakukan sosialisasi kepada para pelaku usaha ekspedisi untuk mewaspadai paket yang mencurigakan. (Suryanto/Radar Surabaya)

Share this      

Surabaya - Paska teror bom, polisi nampaknya tak ingin kecolongan. Proses pengamanan dan razia terus ditingkatkan. Tak hanya di jalan dan kos-kosan, polisi juga memeriksa kantor ekpedisi. Tujuannya, untuk mewanti-wanti terhadap paket tanpa identitas yang jelas. 

Proses pengecekan tersebut dilakukan oleh Kasatlantas Polrestabes Surabaya, AKBP Eva Guna Pandia, Jumat (25/5). Bersama sejumlah anggota, Pandia mendatangi kantor ekspedisi di Jalan HR Muhammad. Setelah tiba, polisi menemui manajemen untuk menyampaikan maksud kedatanganya. 

Pandia mengatakan, dalam giat kali ini dia ingin menyampaikan kepada menajemen dan juga pegawai atas paket-paket yang hendak didistribusikan. Dia menegaskan untuk terlebih dahulu, memastikan alamatnya, pagi pengirim dan alamat tujuan pengiriman. 

"Hal ini untuk memastikan jika memang paket tersebut aman," ungkap AKBP Eva Guna Pandia. 

Menurut Pandia, jasa pengiriman di bulan Ramadan ini memang cukup ramai. Sebab pada sepekan sebelum dan sesudah lebaran, kantor ekspedisi sudah tak beroprasi. Kecuali mereka yang menganggkut barang atau makanan pokok. 

"Karena padat inilah, petugas harus waspada dan lebih teliti terhadap barang atau paket yang didistribusikan," jelasnya. 

Selain itu, pihaknya juga mengimbau agar kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang selalu dicek. Sehingga proses penditribusian lancar dan juga aman. Tak hanya itu, kondisi fisik sopir juga harus diperhatikan oleh pihak ekspedisi. 

"Lebih baik tambah armada agar mereka tak terlalu kelelahan," tandasnya. 

Kemudian kepada sopir, pihanaknya juga meminta agar melaporkan anggotanya jika mereka menyalahgunakan kewenangannya. Misal mencari-cari kesalahan sopir, atau meminta sejumlah uang. "Jika menemukan hal itu, silahkan melapor. Kami akan proses," pungkasnya (yua/rud).

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia