Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Penjualan Phonska Plus Terus Digenjot

25 Mei 2018, 11: 31: 58 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Penjualan pupuk Phonska terus dipacu oleh PT Petrokimia Gresik tahun ini.

Penjualan pupuk Phonska terus dipacu oleh PT Petrokimia Gresik tahun ini. (Yudhi/Radar Gresik)

Share this      

PT Petrokimia Gresik terus memacu penjualan pupuk non subsidi, Phonska Plus. Sepanjang kuartal I/2018 penjualan pupuk ini masih belum bisa mencapai target yang dicanangkan.

General Manager Penjualan dan Ritel PT Petrokimia Gresik, Wismo Wibisono menjelaskan, dari target penjualan 20.000 ton perbulan, baru terjual sebanyak 14.000 ton perbulan. “Kendala utama pemasaran adalah masih banyak petani di daerah yang belum familiar dengan produk kami yang baru ini meskipun sebelumnya kami sudah melakukan sosialisasi,” ujarnya.

Dikatakan, sejak di launching akhir tahun 2016 lalu penjualan Phonska Plus ditopang oleh wilayah Jatim Tapal Kuda dan Bali. Wismo menyebut, wilayah ini mampu memberikan kontribusi hingga 30 persen terhadap penjualan Phonska plus di pulau jawa.

“Untuk mengalihkan petani dari satu produk ke produk lain memang cukup sulit. Meskipun produk itu diproduksi oleh perusahaan yang sama. Sebab, mindshet petani apabila sudah menggunakan satu produk dan hasilnya memuaskan, mereka tidak akan beralih ke produk yan lain,” jelasnya.

Untuk mencapai target penjualan 20.000 ton perbulan, PG memperbanyak kemitraan agar produk Phonka plus semakin mudah didapatkan.  “Jaringan ritel dan mitra terus kami tambah. Melihat kondisi pasar, target tahun ini optimis bisa kami realisasikan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Gresik, Hamzah Takim menuturkan, di beberapa kecamatan, pupuk komersial PG memang sulit dicari. Sejumlah agen bahkan mengaku, mereka belum mendapat kiriman dari distributor.

“Sebenarnya petani tidak keberatan kalau harus beli pupuk non subsidi apabila pupuk subsidi sedang langka. Namun persoalannya hasil dari pupuk ini masih belum terbukti. Sehingga memang membutuhkan waktu agar bisa diterima pasar," kata Hamzah Takim. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia