Kamis, 23 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Industri Kurangi Kegiatan, Konsumsi Listrik Turun

24 Mei 2018, 12: 18: 05 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Dok/ Radar Gresik

Dok/ Radar Gresik (FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Berbeda dengan kota lain yang naik, di Gresik konsumsi listrik justru turun. Diprediksi, banyak industri yang mengurangi kegiatan produksinya selama Ramadan.

Asisten Manager Pelayanan Jaringan PT Perusahaan Listrik Negara Area (PLN APJ) Gresik, Sigit Sugiharto mengatakan, selama bulan puasa jumlah konsumsi listrik turun dua  persen atau sekitar 750 ribu KWH dibandingkan pemakaian hari biasa.

“Produksi industri justru dipacu sebelum Ramadan. Sehingga pada saat ramadan ini tingkat konsumsi listrik jadi berangsur-angsur turun,” kata Sigit.

Dikatakan, selama bulan ramadan peningkatan konsumsi listrik justru terjadi di kalangan rumah tangga dan sarana ibadah. Diperkirakan, beban puncak terjadi dari pukul 18.00 hingga 24.00 atau menjelang buka puasa dan saat sahur.

“Tidak ada hal yang secara spesifik kami persiapkan. Sebab, daya yang kami miliki saat ini sudah lebih dari cukup,” kata Sigit.

Tahun ini, PLN mentarget bisa menjual listrik hingga 56 Mega Volt Amphere (MVA). Target itu harus dicapai PLN Gresik dalam tahun omo. Dengan target yang besar itu PLN Gresik tengah membidik proyek-proyek industri dan pengembangan kawasan.

“Kalau mengandalkan dari sambungan rumah tangga tidak cukup. Sebab, target 2018 ini cukup besar. Sepanjang tahun lalu realisasi penjualan listrik kami hanya 32 MVA. Artinya kami harus bisa menjual 24 MVA lagi,” tandasnya.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Gresik, Tri Andhi Suprihartono menambahkan, pasokan listrik di Gresik saat ini sudah memadai, namun PLN harus bisa memperhatikan perawatan peralatan pendukung di sekitar gardu induk. Sehingga, keamanan distribusi listrik terjaga dengan baik.

"Kalau Ramadan produktivitas kami kurangi. Kami memperhatikan kondisi yang puasa. Meskipun begitu kami berharap tidak terjadi pemadaman karena pemadaman satu jam saja bakal berdampak kerugian bagi perusahaan,” kata Andhi. (fir/han)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia