Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Sportainment Sidoarjo

Karunia Nur Gemilang Genjot Latihan setelah Lulus SMANOR

22 Mei 2018, 20: 30: 15 WIB | editor : Lambertus Hurek

Karunia Nur Gemilang bersama Ifan Anugrah Setiawan.

Karunia Nur Gemilang bersama Ifan Anugrah Setiawan. (File/Radar Sidoarjo)

Share this      

Sejumlah atlet remaja andalan Kabupaten Sidoarjo baru saja lulus dari bangku sekolah menengah atas/kejuruan (SMA/SMK). Di antaranya, Karunia Nur Gemilang dari SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Jatim di Sidoarjo dan Ifan Anugrah Setiawan dari SMAN 1 Gedangan.

Selepas SMA, Karunia Nur Gemilang memilih untuk fokus melakukan latihan. Sebab, ada sejumlah kejuaraan nasional atletik di depan mata. ''Saya harus fokus latihan. Kuliahnya bisa diambil setelah situasinya memungkinkan,'' ujar Karunia yang dikenal sebagai atlet lompat jangkit andalan Sidoarjo dan Jatim itu.

Berbeda dengan di SMANOR Jatim, menurut gadis yang akrab disapa Nia ini, tidak semua sekolah menengah atas/kejuruan yang mau memahami kebutuhan seorang atlet. Mereka harus sering mengikuti latihan atau kejuaraan. Sering tidak mengikuti pelajaran layaknya peserta didik reguler. ''Kalau pihak sekolah tidak memberi toleransi ya susah. Si atletnya akan kesulitan berprestasi,'' katanya.

Karena itu, cewek asal Desa Sawocangkring, Kecamatan Wonoayu, ini belum berani mendaftarkan diri ke perguruan tinggi negeri atau swasta. Yang penting ijazah SMA sudah ada di tangan. Di usianya yang sudah 18 tahun, Karunia ingin segera masuk dalam jajaran elite atlet atletik tingkat nasional. Yang bisa memperkuat tim Indonesia di berbagai kejuaraan internasional.

''Selama ini saya berlomba di kejuaraan pelajar atau junior. Ke depan harus masuk jajaran atlet senior,'' ujarnya. Karunia Nur Gemilang bersama Ifan Anugrah Setiawan dikenal sebagai atlet berprestasi di Sidoarjo. Saat Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2017, keduanya menerima penghargaan dari Pemkab Sidoarjo.

Sementara itu, Humas SMANOR Jatim di Sidoarjo Nurul Abadi mengatakan, Karunia Nur Gemilang dan kawan-kawan dipersilakan menentukan masa depannya sendiri selepas belajar di SMANOR Jatim. Mereka bisa melanjutkan kuliah atau lebih dulu menekuni cabang olahraga yang digeluti selama tiga tahun di bangku pendidikan. "Ada lulusan yang langsung kuliah, tapi ada juga yang menunggu beberapa tahun lagi karena ingin fokus di olahraga dulu," katanya.

Menurut dia, sekolah yang berlokasi di Desa Pagerwojo, Buduran, itu tidak menandatangani memorandum of understanding (MOU) dengan perguruan tinggi negeri untuk menyalurkan para lulusan. "Yang punya MOU itu KONI dengan Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Jadi, lulusan SMANOR bisa meminta rekomendasi KONI kalau ingin melanjutkan kuliah di sana," katanya. (sar/rek)

(sb/sar/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia