Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Pabrik Amurea II Mulai Produksi Urea

22 Mei 2018, 10: 13: 52 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Direksi PG meninjau proses First Prilling produk urea pada Proyek Amurea II.

Direksi PG meninjau proses First Prilling produk urea pada Proyek Amurea II. (FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

Unit Amurea II PT Petrokimia Gresik, mulai memproduksi pupuk urea, Minggu siang. Ini merupakan produksi perdana di pabrik baru yang bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Utama PG Nugroho Christijanto, didampingi jajaran Direksi lainnya, yaitu Direktur Produksi PG I Ketut Rusnaya dan Direktur Teknik dan Pengembangan PG Arif Fauzan.

Dirut PG Nugroho Christijanto menjelaskan, pada first prilling atau produksi perdana urea pada Ammonia Urea (Amurea) II, dapat dihasilkan produksi 1.500 - 1.700 metric ton urea.

Ditambahkan, Amurea II bakal mengurangi ketergantungan impor bahan baku pupuk dan memperkuat struktur bisnis PG. Untuk first priling ini, Amurea II memiliki kapasitas produksi pupuk urea sebesar 570 ribu ton pertahun. Kemudian kapasitas produksi amoniak pertahun mencapai 660 ribu ton.

"Keberadaan Amurea II ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan upuk urea di Jawa Timur mencapai 1,2 juta ton pertahun," terang dia.

Ditambahkan, secara eksisting, pabrik amoniak memiliki kapasitas 445 ribu ton pertahun, sedangkan kebutuhan PG mencapai 850 ribu ton pertahun. Sehingga pabrik baru ini akan semakin mewujudkan peran Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk dan bahan kimia untuk memberikan solusi bagi sektor agroindustri di Indonesia,” tandasnya.

Pabrik yang dikerjakan konsorsium Wuhuan Engineering Co senilai Rp 5,5 triliun ini, mewujudkan peran Petrokimia Gresik sebagai produsen pupuk dan bahan kimia. Ini untuk memberikan solusi bagi sektor agroindustri di Indonesia.

“Proyek Amurea II ini merupakan proyek strategis untuk meningkatkan peran PG dalam mendukung terwujudnya program ketahanan pangan nasional, serta kemajuan dunia pertanian Indonesia,” ujarnya. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia