Sabtu, 25 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Kembangkan Kawasan Industri di Jabon dan Lingkar Timur

21 Mei 2018, 20: 41: 33 WIB | editor : Lambertus Hurek

Pengurukan lahan di kawasan Jabon untuk industri.

Pengurukan lahan di kawasan Jabon untuk industri. (Satria Nugraha/Radar Sidoarjo)

Share this      

Dua kawasan industri sedang berusaha untuk dikembangkan Pemkab Sidoarjo dalam waktu dekat. Lokasinya ada di Jalan Lingkar Timur dan Jabon. Selain digunakan sebagai area pabrik, kedua lokasi tersebut juga boleh digunakan untuk pemukiman.

 Kepala Bidang Tata Ruang Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Subandi mengatakan kawasan Industri di Sidoarjo berkonsep mixed used. Artinya bisa digunakan untuk beberapa fungsi. Untuk dua kawasan tersebut memiliki tiga peruntukan. Pabrik, pergudangan, dan pemukiman.

 Untuk kawasan Jabon misalnya, dari Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan (RTBL), kawasan industri luasnya 1116,64 hektare. Saat ini sebesar 298 Ha sudah dikuasi oleh PT Kawasan Industri Jabon. Sedangkan untuk gudang luas yang disiapkan sebesar 171,66 hektare. "Untuk pemukiman belum ditentukan, tapi nanti akan disesuaikan," ujarnya. 

 Selain mengatur luasan, Pemkab juga mengatur infratruktur di dalamnya. Seperti jalan, saluran air, pembuangan. Untuk industri dipisahkan. Saluran pembuangan, dan limbah terpisah dengan permukiman. Ada satu saluran limbah yang terintegrasi. "Agar limbah tidak bercampur dengan saluran rumah tangga," katanya.

 Begitu juga dengan akses jalan, akan dipisahkan. Pergudangan dan industri memiliki jalan sendiri yang terkoneksi. Sedangkan perumahan juga memiliki jalan sendiri. Pemisahan tersebut dilakukan agar kendaraan warga yang melintas tidak terganggu truk besar.

 Untuk permukiman, Pemkab juga memiliki aturan sendiri. Bentuknya harus vertikal, seperti flat. Pemukiman itu dibangun untuk pekerja. Sehingga para pekerja tidak perlu pulang ke rumah. Misalnya ada warga Tarik yang bekerja di Jabon. Perumahan itu sebagai solusi agar tidak membuat lalu lintas semakin padat.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan Pembamngunan Daerah (Bappeda) Agoes Boedi Tjahjono mengatakan perkembangan industri di Sidoarjo sangat pesat. Melihat itu, pemkab perlu melakukan pengaturan.

Menurut dia, saat ini di kota delta banyak tersebar perushaan. Hampir di 18 kecamatan. Penyebaran perusahaan itu membuat pemkab kesulitan. Kerugian lain yakni banyaknya kerusakan jalan. "Kalau dilokalisir kerusakan jalan bisa ditangani. Tidak merembet ke seluruh wilayah," pungkasnya. (nis/rud)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia