Sabtu, 07 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Lifestyle Sidoarjo

Angin Duduk Bisa Berujung Kematian

20 Mei 2018, 19: 53: 02 WIB | editor : Lambertus Hurek

Angin Duduk Bisa Berujung Kematian

Oleh dr. Desy Irviana H.

Anda tentunya sudah tidak asing dengan istilah angin duduk. Istilah ini kerap dikaitkan dengan masuk angin yang bisa diatasi cukup dengan dipijat atau kerikan saja. Namun, kenyataannya gejala tidak kunjung berkurang. Lantas apa yang harus dilakukan? Mengapa gejala masih ada, padahal sudah dipijat atau dikerik? Untuk menjawab pertanyaan tersebut mari kita bahas apa sebenarnya angin duduk dalam dunia kedokteran.

Angin duduk dalam bahasa medis disebut juga angina. Menurut American Heart Association, angina adalah nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada yang terjadi saat otot jantung tidak cukup mendapat suplai darah yang mengandung banyak oksigen. Rasa nyeri atau tidak nyaman tersebut dapat dirasakan juga menjalar ke bahu, lengan, leher, rahang, dan atau penggung. Penderita kadang juga merasakan nyeri di ulu hati atau kembung seperti gejala sakit lambung atau maag.

Apa penyebabnya?

Angina bukanlah penyakit, tetapi gejala dari penyakit jantung, biasanya penyakit jantung koroner. Angina disebabkan oleh penyempitan pembuluh darah arteri koroner akibat adanya penumpukan substansi lemak (plak). Bila satu atau lebih pembuluh darah menyempit akibat plak atau tumpukan lemak tersebut maka aliran darah menjadi terganggu yang berakibat otot jantung mengalami penurunan suplai darah kaya oksigen. Saat itulah timbul gejala nyeri dada atau angina.

Apa saja faktor risikonya?

- Kolesterol tinggi

- Hipertensi

- Merokok

- Memiliki penyakit diabetes

- Obesitas (berat badan berlebih)

- Stres

- Kurang berolahraga

- Konsumsi makanan yang tidak sehat

Apakah saya terkena angina?

Setiap keluhan nyeri atau ketidaknyamanan di dada harus diperiksa oleh dokter. Dokter yang akan memutuskan apakah gejala yang Anda rasakan merupakan angina atau bukan. Dokter mungkin juga akan melakukan beberapa pemeriksaan lebih lanjut untuk mendiagnosis angina. Misalnya: Elektrokardiogram (EKG), Ekokardiogram, tes ketahanan jantung (Treadmill Exercise Test), angiografi pembuluh darah koroner, pemeriksaan darah, pemeriksaan X-ray dada, CT scan jantung.

Bagaimana mengobati angina?

Pengobatan angina bertujuan mengurangi tingkat keparahan gejalanya dan menurunkan risiko penderitanya terkena serangan jantung atau mengalami kematian. Angina dengan gejala ringan atau menengah sebenarnya masih bisa ditangani tanpa obat-obatan, yaitu dengan menjalani pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan buruk yang dapat memicu munculnya angina. Beberapa hal tersebut di antaranya:

1. Berhenti merokok.

2. Konsumsi makanan (diet) sehat. Pilih makanan yang kaya nutrisi, yaitu yang mengandung vitamin, mineral, serat, dan nutrisi lain tetapi memiliki kalori yang rendah. Pilih diet yang menekankan asupan sayuran, buah-buahan, produk susu rendah lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, dan membatasi asupan manisan, minuman manis, dan daging merah.

3. Kontrol kadar kolesterol

4. Kontrol tekanan darah. Batasi konsumsi garam sehari-hari (maksimal satu sendok teh per hari) dan konsumsi obat antihipertensi sesuai anjuran dokter Anda.

5. Olahraga secara teratur. Penelitian telah menunjukkan bahwa olahraga 3-4 kali per minggu, selama 40 menit dapat  membantu menurunkan tekanan darah, menurunkan kolesterol, dan menjaga berat badan ideal Anda.

6. Pertahankan berat badan ideal. Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, membatasi asupan kalori sehari-hari dan olahraga yang teratur merupakan cara ampuh untuk mempertahankan berat badan ideal Anda. Untuk menghitung berat badan ideal, Anda bisa menggunakan rumus Broca sebagai berikut:

Pria : Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 10%]

Wanita : Berat badan ideal (kg) = [tinggi badan (cm) – 100] – [(tinggi badan (cm) – 100) x 15%]

Contoh: jika Anda wanita memiliki tinggi badan 158 cm, maka berat badan Anda yang ideal adalah sebesar 58-8,7 = 49,3 kg.

7. Kurangi stres.

8. Kontrol kadar gula darah jika Anda menderita diabetes.

9. Batasi konsumsi minuman beralkohol.

Selain penerapan gaya hidup sehat, dokter anda dapat meresepkan beberapa obat berikut ini untuk mengatasi sekaligus mencegah terjadinya angina di kemudian hari.

- Nitrat efektif dalam mengatasi gejala angina, nitrat juga dapat digunakan sebagai metode pencegahan jangka panjang atau digunakan sebelum melakukan aktivitas berlebih yang dapat menyebabkan angina. Obat ini berfungsi melebarkan pembuluh darah yang menyempit agar darah dapat mengalir dengan lancar menuju ke otot miokard.

- Anti platelet. Obat ini berfungsi mencegah penggumpalan (agregasi) platelet.

- Penghambat beta. Dalam meredakan atau mencegah gejala angina, obat ini bekerja dengan cara menangkal efek hormon adrenalin sehingga tekanan darah berkurang dan ritme jantung menurun. Dengan demikian, beban jantung akan menurun.

 Selain obat-obatan untuk mengatasi dan mencegah serangan angina, dokter juga akan meresepkan beberapa obat untuk mencegah terjadinya serangan jantung dan stroke, seperti: obat penurun kadar kolesterol dan aspirin.

Jika gejala angina sudah parah dan tidak bisa lagi diatasi dengan obat-obatan, intervensi terhadap pembuluh darah akan dipertimbangkan oleh dokter demi mencegah terjadinya serangan jantung, seperti coronary angioplasty dan Coronary artery bypass graft surgery atau operasi bypass. (*)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia