Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Usulkan Tambah Dua Halte BRT

19 Mei 2018, 18: 47: 15 WIB | editor : Lambertus Hurek

Salah satu halte BRT di Suncity Jalan Pahlawan Sidoarjo.

Salah satu halte BRT di Suncity Jalan Pahlawan Sidoarjo. (satria nugraha/radar sidoarjo)

Share this      

Bus Rapid Transit (BRT) sudah beroperasi di Sidoarjo sejak tiga tahun lalu. Namun, belum banyak masyarakat yang memanfaatkan transportasi masal tersebut. Minimnya halte menjadi salah satu penyebab penumpang BRT tidak maksimal.
Setelah tahun lalu ada tambahan dua halte, Dinas Perhubungan (Dishub) akan kembali mengusulkan penambahan halte. 
Kepala Bidang Angkutan Dishub Sidoarjo Edi Setiono mengatakan, jumlah penumpang BRT belum maksimal. Dari evaluasi petugas, setiap hari satu unit hanya berisi 20 hingga 30 orang. Padahal, kapasitas setiap bus mencapai 60 kursi. "Hanya terisi 20 hingga 40 persen penumpang," kata Edi Setiono, Sabtu (19/5).
Salah satu penyebabnya adalah jumlah halte yang minim dan lokasi halte yang tidak seimbang. Artinya, ada halte dari arah Sidoarjo ke Porong, namun di arah sebaliknya tidak ada halte. Hal ini yang menyebabkan masyarakat berpikir dua kali untuk menggunakan transportasi masal tersebut.
Tahun lalu, Pemkab Sidoarjo menambah dua halte. Lokasinya di tempat keramaian. Yakni di pintu keluar Terminal Purabaya dan di Tanggulangin. Kini, total halte BRT mencapai 18 titik. Selain menambah halte, dishub juga akan mengusulkan penambahan rute. Yakni Sidoarjo-Joyoboyo dan Sidoarjo-Pasar Turi. Namun, usulan itu belum terwujud.
Tahun ini, dishub bakal mengusulkan pembangunan dua halte baru. Lokasinya di Jalan Raya Candi. Tepatnya di depan PT Ecco Indonesia dan Pabrik Gula Candi.
Edi mengatakan, lokasi itu sangat strategis karena berdekatan dengan pabrik. "Diharapkan, karyawan pabrik naik BRT ketika berangkat dan pulang kerja," imbuhnya. (nis/rek)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia