Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Hikmah Ramadan

Ramadan Bulan Pelatihan

Oleh: Ainul Yaqin, Sekretaris Umum MUI Jatim

19 Mei 2018, 13: 42: 33 WIB | editor : Wijayanto

Ainul Yaqin MSi

Ainul Yaqin MSi (ISTIMEWA)

Share this      

ADA banyak predikat dari Ramadan, salah satunya disebut sebagai bulan pelatihan. Tentunya tujuan paripurna dari pelatihan tersebut adalah untuk menjadikan manusia kembali kepada orang yang baik yakni orang yang bertaqwa.

Sebagaimana perintah Allah dalam surat Al Baqarah ayat 183, Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa.

Untuk mendapatkan predikat bertaqwa maka langkahnya adalah dengan melatih mental dan kejiwaan. Puasa dijadikan sebagai media utama untuk melatih kejiwaan, yang pokok agar menjadi manusia yg peduli dan empati serta manusia yang jujur.

Dengan puasa Ramadhan diharapkan manusia akan mampu membersihkan diri dari penyakit dusta. Hal ini sebagaimana sabda Nabi  Muhammad SAW:  Siapa yang tidak bisa meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta maka tidak ada kepentingan bagi Allah untuk memerintahkan manusia untuk meninggalkan makan dan minum. (HR. Al Bukhari)

Artinya Allah memerintahkan puasa untuk menjaga hawa nafsu utamanya untuk menjadi orang yang jujur. Kita dapat melihat dalam kehidupan sehari-hari bahwa berbagai keruwetan masalah di kehidupan ini pangkalnya adalah perbuatan dusta. Sebagai contoh, korupsi berawal dari tindakan dusta, bahkan dalam kasus terorisme pun di dalamnya ada dusta.

Dusta menjadi sumber bencana. Konflik antar manusia bisa terjadi karena dusta. Dulu di zaman Sahabat, salah seorang sahabat terpilih, Utsman bin Affan gugur ditangan kaum pemberontak juga terjadi karena ada dusta yg ditampilkan dalam bentuk surat palsu. Wafatnya Husain cucu Nabi Saw juga karena adanya dusta dari penduduk Kufah yang mengkhianati janjinya.

Di era saat ini kita mengenak istilah hoax. Itu juga dusta modus operandinya. Itulah pula Rasulullah menyampaikan: Jauhilah dusta karena dusta menunjuklan kepada penyimpangan dan penyimpangan menunjukkan ke arah neraka (HR al Bukhari)

Momentum Ramadan ini menjadi tempat penting untuk melatih diri membersihkan perbuatan dusta. Jika dusta itu diperangi maka berbagai persoalan keruwetan bangsa ini akan bisa diselesaikan. (son/rud)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia