Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Razia, Polisi Amankan Belasan Penjaga Warkop

Satpol PP Belum Gerak

19 Mei 2018, 11: 01: 55 WIB | editor : Aries Wahyudianto

RAZIA : URC Black Panther melakukan razia warkop yang memperkerjakan anak dibawah umur, Miras dan Sajam di Wilayah Gresik

RAZIA : URC Black Panther melakukan razia warkop yang memperkerjakan anak dibawah umur, Miras dan Sajam di Wilayah Gresik (Yudhi/Radar Gresik)

Share this      

KOTA – Sedikitnya 5 penjaga warung kopi dan sejumlah remaja yang pacaran di malam hari terjaring razia yang digelar Polres Gresik. Mereka terjaring dalam razia gabungan URC Black Panther yang dipimpin Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Kendati demikian polisi tidak menemukan adanya warung yang menyediakan minuman keras. Sejak pukul 19.00, razia diikuti unsur satreskrim, satintelkam, satsabhara, satlantas dan URC Black Panther. Pada razia ini pihaknya bersama anggota menyisir sejumlah tempat. Di antaranya, warung kopi, tempat karaoke serta game online.

Selain itu, polisi juga menyisir tempat-tempat yang biasanya digunakan untuk berduaan anak-anak muda berlainan jenis. “Penyisiran kami lakukan mulai Jalan Siti Fatimah Binti Maimun hingga ke Kawasan Industri Gresik (KIG),” ujar AKBP Wahyu Sri Bintoro.

Hasilnya, polisi berhasil mengamankan sejumlah penjaga warung memulangkan anak-anak di bawah umur yang sedang bermain game online. Penjaga warung yang diamankan antara lain, Novita Sari, 18, warga Bojonegoro, Nova Wulandari, 18, Bojonegoro, Melsiana Indasari, 18, Lamongan, Dian Ratnasari, 18, Lamongan serta pemilik warung Susi Miani, 32, warga Jalan Gubernur Suryo 240 Gresik.

“Kami juga mengamankan dua orang yang lagi berduaan di KIG. Mereka semua kami berikan pembinaan dan kami minta agar tidak mengulanginya lagi serta menaati dan menghormati peraturan daerah,” imbuhnya.

Pada bagian lain, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik ternyata belum bergerak melakukan razia. Satuan yang dikomandani Ahmad Nurudin ini belum tahu jika ada sejumlah warkop yang buka siang serta pramusajinya tidak mengenakan busana muslim.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketentraman Dinas Satpol PP Gresik Mulyono mengatakan, himbauan ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati nomor 451/147/437.13/2018 tentang peringatan untuk menghormati umat Islam yang sedang menjalankan puasa.  “Yakni, agar tidak memutar musik keras-keras serta penjaga warung harus menggunakan busana muslim,” ujarnya.

Menurut dia, pada siang hari warung masih diperbolehkan buka asalkan menutupnya dengan kain. “Yang pasti ini dilakukan untuk menghormati umat Islam yang sedang menunaikan ibadah puasa,” ungkap dia.

Dikatakan, pihaknya bakal melakukan razia disejumlah tempat agar edaran ini benar-benar ditindaklanjuti. “Sejak beberapa waktu lalu kami sudah sering melakukan razia disejumlah tempat,” terangnya. (rof/ris)

(sb/yud/ris/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia