Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

‘Bom Pipa’ Diledakkan di Pintu Tol Sidoarjo

19 Mei 2018, 02: 00: 59 WIB | editor : Lambertus Hurek

Anggota Gegana memeriksa benda yang diduga bom.

Anggota Gegana memeriksa benda yang diduga bom. (IST)

Share this      

Benda menyerupai rangkaian bom pipa ditemukan di pintu masuk tol Sidoarjo Gate 7 arah ke tol Waru, Jumat (18/5) pukul 11.30. Benda tersebut ditemukan petugas penjaga gate, kemudian dilaporkan ke polisi, lalu diledakkan.

Sebelumnya, polisi pun menutup pintu akses masuk tol Sidoarjo. Penutupan yang sama juga dilakukan di akses pintu keluar tol. Akhirnya pintu dibuka lagi dan dinyatakan normal pukul 14.30.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol Himawan Bayu Aji mengatakan dari penyelidikan dan disposal yang dilakukan oleh tim Gegana Polda Jatim yang berlangsung selama 30 menit itu diketahui hanya benda yang menyerupai bom. Benda yang berhasil diledakkan dan tercerai berai. Hasilnya ditemukan berupa tiga pipa yang dililit lakban dengan kabel, dan juga baterai di rangkaiannya. 

“Saat diledakkan hanya benda menyerupai bom, jadi ada kabel dan lakban,” katanya.

Ia mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Seluruh barang bukti pecahan ledakan masih dianalisis oleh tim jihandak. Pihaknya sendiri masih melakukan penyelidikan dengan melihat rekaman CCTV untuk mengetahui siapa yang menaruh benda tersebut.

Dari rekaman CCTV, sementara ada beberapa mobil yang saat itu masuk. Namun dari mobil mana yang melempar benda menyerupai bom ini, pihaknya masih menyelidikinya. “Kami masih mempelajari rekaman CCTV-nya. Mengenai mobil itu mengarah ke Surabaya atau Malang, masih kami periksa,” tuturnya.

Ia menambahkan, situasi sudah kembali kondusif dan pintu tol sudah dibuka kembali. Ia menambahkan, bunyi ledakan saat tim gegana menjinakkan benda tersebut bukan karena ledakan benda tersebut, melainkan ledakan yang timbul dari proses disposal. “Ledakan itu dari proses disposal, bukan dari bendanya,” tegasnya. 

Sementara itu, saksi mata kejadian petugas keamanan Jasa Marga Munir Sundoro mengatakan, saat itu gate 7 yang mengarah ke Surabaya tersebut dijaga oleh Ines. Tiba-tiba masuk mobil sedan putih dan pengemudi mobil tiba-tiba membuka kaca dan menunjukkan e-tol sambil senyum-senyum. 

“Padahal gate tersebut tidak ada pembayaran e-tol. Pembayaran baru dilakukan di Tol Waru,” katanya.

Setelah mobil ini melaju, tiba-tiba mobil yang ada di belakangnya memperingatkan Munir dan mengatakan ada benda yang dibuang oleh mobil sedan putih tersebut. Saat diperiksa ternyata benda menyerupai bom dengan rangkaian kabel dan tiga pipa. Ia pun langsung melaporkan temuan tersebut ke polisi sehingga terjadi penutupan hingga tiga jam. 

“Saya tahunya mobil sedan itu yang membuang. Kurang tahu nomor polisinya hanya tahu pelatnya L,” terangnya. (gun/jee) 

(sb/gun/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia