Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Masih Banyak Pedagang Berjualan di Gading Fajar

18 Mei 2018, 18: 26: 30 WIB | editor : Lambertus Hurek

Pedagang musiman menjual takjil di Gading Fajar Sidoarjo.

Pedagang musiman menjual takjil di Gading Fajar Sidoarjo. (Satria Nugraha/Radar Sidoarjo)

Share this      

Larangan berjualan di sepanjang jalan di kawasan Gading Fajar sudah banyak dipasang. Nyatanya, para PKL masih banyak yang berjualan, terutama pada bulan Ramadan ini. Bahkan kini muncul pedagang-pedagang baru yang menempati taman dan trotoar.

Dari pantauan Radar Sidoarjo, di kawasan Gading Fajar, Kamis (17/5) sore, PKL sudah mulai membuka lapaknya. Ada sekitar 20 pedagang di sekitar bundaran. Semakin sore, mendekati waktu berbuka puasa pedagang yang membuka lapak semakin bertambah.

Kepala Satpol PP Sidoarjo Widiyantoro Basuki mengatakan, pedagang berasal dari warga sekitar perumahan. Mereka sering berjualan saat bulan Ramadan. “Setiap tahun selalu ada pedagang baru yang bermunculan,” katanya.

Pria yang akrab disapa Wiwit tersebut mengatakan, meski hanya berjualan selama satu bulan, pedagang tetap harus mengikuti aturan yang sudah ditetapkan. Pedagang tidak diperbolehkan membuka lapak di fasilitas umum (fasum). Seperti tepi jalan, taman, dan trotoar.

"Kami siap menertibkan pedagang yang melanggar," katanya.

Wiwit mengaku pihaknya tidak menutup pintu bagi pedagang yang ingin mencari rezeki. Sudah ada lahan yang disiapkan khusus untuk berjualan bagi pedagang. Yakni di lahan kosong milik Mahkamah Agung (MA), tepat di depan SMAN 2 Sidoarjo. Sayangnya, tidak semua pedagang menggunakan lahan tersebut.

Untuk menegakkan peraturan, Wiwit menyebutkan Satpol PP akan memperketat penjagaan selama bulan puasa. Di jalan sepanjang Gading Fajar, akan ditempatkan personel Satpol PP. “Penjagaan dimulai dari pagi hingga malam hari. Kami patroli hingga pukul 21.00," ujarnya.

Dikatakan Wiwit, banyaknya pedagang baru tersebut berpotensi menimbulkan kemacetan, terutama pada sore hingga malam. Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan polisi.

Sementara itu, Kepala Dishub M Bahrul Amig mengatakan, Jalan Gading Fajar sudah menjadi jalan utama. Sebab akses itu menghubungkan ke wilayah kota dengan kawasan Candi. KArena itu Amig meminta PKL tidak boleh menggunakan jalur itu untuk tempat berjualan.

"Sesuai fungsinya jalan diguanakan kendaraan, bukan PKL," tegasnya. (nis/jee)

(sb/nis/rek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia