Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya

Khofifah: Pendidikan Penting untuk Menekan Ideologi Radikalisme

18 Mei 2018, 16: 47: 13 WIB | editor : Wijayanto

JARING ASPIRASI: Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan pembeli dan pedagang di Dupak Grosir, Surabaya, Kamis (17/5).

JARING ASPIRASI: Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa berbincang dengan pembeli dan pedagang di Dupak Grosir, Surabaya, Kamis (17/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Calon Gubernur (Cagub) Jatim Khofifah Indar Parawansa melihat bahwa terorisme itu faktual ada. Untuk itu, dirinya menekankan pentingnya tokoh pendidikan guna menangkal ideologi radikalisme tersebut.
"Teror itu ada. Teroris faktual ada. Menurut saya tokoh pendidik harus menyampaikan ke anak didiknya. Jadi mulai PAUD, TK, SD sampai SMA. Kalau sudah perguruan tinggi relatif berkenala dengan pikiran mereka sendiri," ujar Khofifah, Kamis (17/5).
Salah satu yang perlu disampaikan, menurut Khofifah, yakni tentang makna hidup untuk saling memberikan manfaat. Itu penting, sebagai upaya memberikan pemahaman bahwa mereka hidup harus menghidupkan sesamanya. Bukannya sebaliknya mematikan satu dengan yang lain.
"Saya tadi malam kebetulan hadir di rumah duka Evan dan Nathan (korban bom Gereja Santa Maria Tak Bercela). Dia tidak tahu sebetulnya yang terjadi, pergesekan diantara yang mereduksi sisi kemanusiaan. Semua jadi perhatian bahwa ada sisi kemanusiaan bahwa mereka harus lakukan koreksi bersama," jelasnya.
Sebab, masalah ini membutuhkan perhatian semua pihak. Tidak bisa hanya mengandalkan guru agama saja, tapi juga guru yang lain. "Guru Fisika, Olahraga dan Matematika, semua harus mendeskripsikan nilai harmoni, nilai kemanusiaan dan nilai kebinekaan dalam Pancasila," bebernya. Sementara mengenai pemilihan guru agama, Khofifah mengingatkan, jangan salah pilih guru agama.
Menanggapi berubahnya skema pengeboman yang mulai mengajak anak-anak, mantan menteri sosial tersebut menegaskan, ada doktrin yang cukup kuat. Misalkan mati sahid bersama, kemudian bakal bertemu di surga sekeluarga. Doktrin seperti itulah yang tertanam kuat. Tidak hanya kepada orang tua selaku terduga pelaku bom, tetapi juga kepada sang anak.
"Oleh karena itu, kalau mencari guru yang benar. Jadi itu penting supaya menunjukkan bahwa Agama Islam rahmatan Lil alamin. Menyemai damai. Kita haru mengingatkan untuk mencari guru yang bisa ajarkan itu," tandasnya. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia