Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

DPRD Surabaya Sidak Bahan Pokok di Pasar

18 Mei 2018, 16: 22: 01 WIB | editor : Wijayanto

BERDISKUSI: Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan (kanan) saat berdialog dengan pedagang daging ayam di pasar Gayungsari.

BERDISKUSI: Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan (kanan) saat berdialog dengan pedagang daging ayam di pasar Gayungsari. (VEGA DWI ARISTA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Surabaya - Bulan Ramadan diharapkan tidak dimanfaatkan oleh para pedagang maupun para pemasok bahan pokok untuk menaikkan harga. Tingginya harga bahan pokok saat puasa hingga lebaran akan membuat masyarakat kelas menengah bawah menjerit.

Wakil Ketua DPRD Surabaya Darmawan mengatakan, dalam kunjungannya di tiga pasar di Surabaya, yakni pasar Gayungsari, pasar Pagesangan dan kawasan pedagang di Gayungan PTT ada sejumlah bahan pokok yang harganya naik. Di antaranya telur, ayam dan sejumlah bahan pokok lainnya. "Jika kenaikannya sedikit tidak masalah, tapi jika banyak kan kasihan masyarakat," katanya.

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, telur yang harganya semula Rp 20 ribu per kilogram sudah naik menjadi sekitar Rp 26 ribu, sedangkan daging ayam yang awalnya Rp 30 per kilogram sudah naik Rp 36 per kilogram. "Kenaikan itu yang harus bisa diatasi oleh Pemkot Surabaya," terangnya.

Menurutnya, salah satu solusi yang harus dilakukan oleh pemkot yakni dengan melaksanakan Pasar Ramadan. Pasar murah tersebut hendaknya dilakukan setiap hari hingga lebaran nanti. Diharapkan dengan adanya Pasar Ramadan harga bahan pokok yang naik bisa turun. "Kegiatan itu bisa dinikmati oleh masyarakat menengah ke bawah," jelasnya.

Dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat saat puasa hingga lebaran nanti, agar jangan dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga seenaknya. Momen Ramadan harus tetap kondusif dengan kestabilan harga yang bisa dijangkau semua masyarakat.

Dia menambahkan, peran serta masyarakat, terutama pedagang untuk ikut membantu kestabilan harga juga sangat penting. Pemkot juga harus intens terjun ke pasar untuk mengetahui harga bahan pokok yang sudah naik. "Harus dikontrol harganya agar tidak meresahkan," ujarnya.

Salah satu pedagang ayam Yudho mengaku, harga daging ayam memang sudah naik dalam beberapa hari sebelum puasa. Jumlah stok daging ayam yang dikirim oleh pemasok juga lebih sedikit dibandingkan hari biasa. "Stoknya memang minim mungkin itu yang buat harga naik," jelasnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia