Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Awasi Penjualan Parcel dan Produk Mamin

18 Mei 2018, 16: 19: 34 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi

Ilustrasi (DOK/JPNN)

Share this      

SURABAYA – Meningkatnya kebutuhan masyarakat saat puasa hingga lebaran nanti diantisipasi oleh Dinas Perdagangan (Disdag) Surabaya dengan memantau kualitas jenis barang yang diperdagangkan. Salah satunya makanan dan minuman (mamin), termasuk kemasan parcel yang marak dijual saat lebaran nanti.

Kepala Disdag Surabaya Wiwik Widayati mengatakan, pemantauan di sejumlah pasar, toko hingga supermarket dilakukan agar kulaitas barang yang dijual oleh pedagang tetap terjaga. Daya beli yang tinggi tetap harus dibarengi dengan antisipasi dengan melihat kualitas barang yang dibeli. “Jangan asal murah tetapi kondisinya patut dipertanyakan,” katanya.

Dia mengungkapkan, barang kemasan di dalam parcel nantinya juga akan dipantau oleh tim gabungan dari Disdag maupun Dinas Kesehatan. Barang yang tidak layak jual akan disita dan akan diberikan peringatan terhadap penjualnya. “Parcel harus juga diamati karena kemasannya di dalam plastik yang tidak bisa dibuka dulu,” terangnya.

Menurutnya, pantauan tim di yang menyebar di sejumlah pasar, toko hingga supermarket dilakukan untuk pencegahan hal-hal yang tidak diinginkan. Di antaranya keracunan yang dialami pembeli, hingga sakit akibat mengkonsumsi makanan maupun minuman kedaluarsa. “Jika temukan barang yang sudah tidak layak segera laporkan,” ucapnya.

Menjelang lebaran nanti, imbuhnya, produk makanan dan minuman dipastikan akan bertambah banyak distribusinya. Disamping para pembeli yang banyak, kualitas produk tersebut juga harus dijaga dengan baik. Masyarakat juga harus diminta untuk mewaspadai produk yang harganya di bawah harga pasar.

Dia menegaskan, khusus untuk produk yang dijual oleh Pemkot Surabaya melalui pasar murah, kualitasnya sudah terjamin. Selain murah, kualitas produk tersebut bisa dikonsumsi dengan baik oleh masyarakat.

Penyebaran penjualan parcel terutama di pinggir jalan, lanjutnya, juga akan dipantau dengan intens oleh Disdag. Diharapkan, pedagang juga tidak memanfaatkan momen tersebut untuk menjual barang yang tidak sesuai aturan.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Widodo Suryantoro menegaskan, pihaknya juga akan mengawal proses pasokan produk makanan dan minuman yang dijual oleh UKM. Diharapkan, dengan kualitas yang tetap terjaga bisa meningkatkan pendapatan dan kepercayaan masyarakat. “Kami sudah tekankan jika jangan sampai menjual produk yang merugikan,” ucapnya. (vga/nur)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia