Rabu, 19 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya

SMK di Tiap Kecamatan, Perluasan Lapangan Kerja, Kurangi Pengangguran

Kamis, 17 May 2018 15:23 | editor : Abdul Rozack

PRAKTEK DIPERBANYAK: Sejumlah siswa SMK saat mengikuti ujian TOEC, di SMKN 1 Surabaya, Rabu (28/9). Dispendik Jatim akan lebih mengoptimalkan teaching

PRAKTEK DIPERBANYAK: Sejumlah siswa SMK saat mengikuti ujian TOEC, di SMKN 1 Surabaya, Rabu (28/9). Dispendik Jatim akan lebih mengoptimalkan teaching factory untuk mencetak lulusan SMK menjadi tenaga siap kerja. (Dokumen Radar Surabaya)

SURABAYA - Penanganan serius terkait perluasan lapangan kerja hingga tingkat kecamatan perlu dilakukan.  Salah satunya diusulkan berdiri sekolah menengah kejuruan (SMK) di tiap kecamatan untuk memberikan bekal keterampilan. 

Usulan tersebut seperti diutarakan Tjutjuk Sunario, Wakil Ketua DPRD Jatim, Rabu (16/5). "Setiap kunker di dapil masalahnya selalu klasik, kesempatan kerja, lapangan kerja di masing-masing kecamatan itu masih perlu. Artinya pengangguran masih banyak," ujar Tjutjuk.

Diakuinya, memang salah satu solusi adalah memberikan pelatihan terhadap pengangguran. Salah satu caranya dengan dibentuk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Namun, pemecahannya masalah ketersediaan lapangan pekerjaan tidak semudah itu. Tanpa dibarengi semangat yang tinggi, ujungnya kegagalan. Dan selalu terbentur masalah permodalan menjadi alasan kemudian. Padahal modal bukan satu-satunnya. 

Politisi Gerindra tersebut pun melihat, harus ada peran dari pemerintah guna meningkatkan semangat kerja. Disamping melihat apa saja potensi yang dimiliki di setiap kecamatan. Sebab antara satu desa dengan desa lainnya tidak sama. "Kadang-kadang potensi pengangguran juga dipicu tingkat kemalasan. Kemudian bisa juga mereka punya pendidikan tapi menganggap tidak layak bekerja disektor ini. Hal seperti itu jelas repot mengemasnya, bukan perkara mudah," urainya. 

Selain soal semangat bekerja, Tjutjuk menganggap SMK dapat menjadi solusi tingkat pengangguran. Dia melihat, banyak dari angkatan kerja di Jatim yang belum memiliki skill. Dia pun menyarankan setidaknya ada satu SMK disetiap kecamatan. Yang terjadi di dapilnya, belum tentu satu kecamatan mempunyai sekolah kejuruan. 

Sementara, Anggota DPRD Jatim SW Nugroho meminta dan berharap kepada Pemprov Jatim untuk terus memberikan pelatihan kepada para pelaku UMKM di wilayah pelosok. “Pemerintah harus hadir langsung ke masyarakat, baik pelatihan, pemberian bantuan modal, hingga proses pemasaran. Sehingga dengan bantuan dari pemerintah pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, dan para pelaku UMKM ini tetap eksis dan siap bersaing di tengah pasar,” kata Nugroho.

Banyaknya UMKM yang tumbuh dan berkembang di masyarakat saat ini merupakan hak yang positif didalam penopang peerekonomian di tengah kondisi perekonomian bangsa yang masih belum stabil. Keberadaan UMKM yang ada lanjutnya harus ditopang dengan beberapa kebijakan oleh pemerintah agar keberadannya tidak hanya berada didaerah saja. Tapi bisa dikenal diluar daerah prodak prodak yang dihasilkan oleh UMKM.

"Satu sisi kita bangga saat ini UMKM terus muncul dimasyarakat dengan prodak prodaknya yang cukup bagus. Namun bila prodak prodak tersebut hanya di kenal didaerah sekitarnya cukup disayangkan. Padahal prodak prodak yang dihasilkan bisa bersaing di luar daerah atau wilayahnya," tandasnya. (bae/hen)

(sb/bae/jek/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia