Rabu, 19 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Umrah Mahal, Peminat Tak Berkurang

Kamis, 17 May 2018 10:03 | editor : Aries Wahyudianto

Jumlah jamaah umrah di beberapa biro perjalanan masih stabil kendati ada kenaikan biaya perjalanan.

Jumlah jamaah umrah di beberapa biro perjalanan masih stabil kendati ada kenaikan biaya perjalanan. (Yudhi/Radar Gresik)

Kendati harga biaya perjalanan umrah naik, namun peminat di Kabupaten Gresik tidak berkurang. Bahkan, sejumlah biro perjalanan ibadah haji dan umrah sempat kewalahan mendapat pesanan hingga akhir tahun. Jumlah lonjakan ini bahkan dicatat para pemilik travel umroh hingga 20 persen.

Direktur Travel PT Sumber Berkah Robithoh, Idris Nur Muhammad mengaku, paket umroh ramadan cukup diminati jamaah. Mayoritas jamaah berasal dari kalangan pengusaha pertanian atau tambak di Gresik Selatan.

“Biasanya jamaah memilih paket 15 hari. Tapi banyak juga yang memilih satu bulan, sekaligus berlebaran di tanah suci,”ujar Idris.

Jika dibandingkan tahun 2017, tahun ini jumlah jamaah umroh ramadan yang diberangkatkan ke tanah suci diprediksi meningkat 30 persen. Meningkatnya jumlah jamaah ini tidak terlepas dari penetrasi pasar yang dilakukan oleh travelnyas.

“Saat ini persaingan harga sesama penyelenggara perjalanan ibadah umroh (PPIU) cukup kompetitif. Inilah yang menjadikan kami untuk tidak hanya menawarkan harga yang murah melainkan pelayanan yang semakin baik,”terangnya.

Supervisor Manager Shafira Tour And Travel Gresik, Ernawati menjelaskan, meski ongkos umroh naik, namun paket umroh ini tetap diminati jamaah. Sebab, mayoritas jamaah memiliki dukungan keuangan yang kuat.

“Mayoritas jamaah yang memilih paket ramadan adalah jamaah yang sebelumnya sudah pernah umroh,”ujarnya.

Ernawati menuturkan, paket umroh ramadan ke depan semakin prospektif. Ini seiring bertumbuhnya kalangan menengah di Gresik.

Ketua DPD Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Jatim, Amaludin menuturkan Gresik menjadi pasar penting bagi PPIU lantaran gelombang keberangkatan jamaah umroh dari kota wali cukup besar.

“Saat ini Gresik menduduki tiga besar daerah dengan potensi bisnis umroh di Jatim. Bahkan, Amaludin menyebut Gresik memberikan kontribusi hingga 20 persen dari total keseluruhan bisnis PPIU di Jatim,”tandasnya. (fir/ris)

(sb/fir/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia