Selasa, 25 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Gresik
Pengamanan Obyek Vital Pasca Teror

TNI Jaga Petro dan Semen, PJB Diketati

Rabu, 16 May 2018 15:35 | editor : Aries Wahyudianto

Anggota TNI dan Polri berjaga di pintu masuk pabrik PT Petrokimia Gresik sejak dua hari terakhir.

Anggota TNI dan Polri berjaga di pintu masuk pabrik PT Petrokimia Gresik sejak dua hari terakhir. (Yudhi/Radar Gresik)

AKSI teror yang terjadi di Kota Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo membuat TNI Polri memperketat pengamanan di sejumlah obyek vital. Industri strategis milik BUMN di Gresik tidak luput dari pengamanan ini. Di antaranya PT Petrokimia Gresik, PT Semen Gresik, dan PT PJB.

PENGAMANAN di obyek vital BUMN ini dirasakan peningkatan sejak Minggu kemarin, khususnya pasca teror bom di Surabaya.  Mereka telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan TNI untuk membantu melakukan pengamanan.

Sekertaris Perusahaan (Sesper) PT Petrokimia Gresik Yusuf Wibisono mengatakan untuk memperkuat pengamanan pihaknya telah meminta bantuan dari aparat. Mereka bakal melakukan pengamanan di wilayah objek vital pabrik. “Iya kami terus meningkatkan pengamanan setelah terjadi aksi terror di wilayah Surabaya,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan, untuk melakukan pengamanan ini pihaknya mendapatkan bantuan 4 personil kepolisian Polres Gresik. Mereka bakal dibantu 5 personil dari Kodim 0817 Gresik serta 4 personil dari Pamobvit. “Personil dari aparat kepolisian dan TNI ini akan melakukan patroli di sekitar pabrik,” ungkap dia.

Hal senada disampaikan Manager Humas PT Petrokimia Gresik M Ikhwan Fahrurrozi. Menurut dia, selain melakukan patroli rutin bersama aparat kepolisian dan TNI pihaknya juga memperketat pengamanan di akses pintu masuk perusahaan. “Seperti pengamanan sebelumnya, para tamu wajib melapor kepada sekuriti terkait keperluannya di perusahaan PT Petrokimia Gresik,” katanya.

Anggota Kodim 0187 Gresik, Koptu Suyitno menjelaskan, dirinya mendapat perintah dari atasannya untuk membantu pengamanan di PG. Selama sehari dia dan dua rekannya anggota Kodim 0817 ikut memeriksa sejumlah kendaraan yang keluar masuk di pabrik pupuk tersebut. "Saya berjaga bersama rekan bergantian menjaga di pabrik nitrogen Petrokimia Gresik," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Biro Aktivitas Perusahaan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Sigit Wahono mengatakan, pihaknya juga memperketat pengamanan di kawasan perusahaan. Saat ini, akses pintu masuk dari belakang perusahaan atau Jalan Kartini telah ditutup. “Jadi tamu yang ingin datang hanya bisa lewat pintu depan saja,” ujar dia.

Dikatakan, pihaknya juga meminta bantuan dari polisi dan TNI untuk ikut melakukan pengamanan. Namun, pengamanan dari aparat hanya untuk berangkat kerja dan pulang kerja saja.  “Kami sudah berkoordinasi untuk meningkatkan pengamanan di kawasan perusahaan PT Semen Indonesia,” ungkap dia.

Selain meminta bantuan aparat, pihaknya juga menambah personil sekuriti yang melakukan penjagaan di pintu masuk perusahaan. Jika sebelumnya hanya dijaga dua orang saja, saat ini ditambah menjadi tiga orang. “Untuk sekuriti juga kami lakukan penambahan,” imbuhnya.

Selain pabrik PG sejumlah obyek vital lainnya seperti PT Smelting, PT PJB Gresik, dan PT Barata Indonesia juga diperketat pengamanannya. Langkah ini diambil menyusul pasca aksi teror bom yang terjadi di Surabaya. (*/ris)

(sb/rof/ris/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia