Minggu, 23 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Genjot Pendapatan, Bukit Darmo Kembangkan Ballroom

Selasa, 15 May 2018 17:05 | editor : Wijayanto

PROSPEK: Brasada Chandra (kiri) bersama komisaris PT Bukit Darmo Properti Tbk, Tarub menjelaskan progress Hotel Melia dan rencana pembangunan ballroom dengan investasi Rp 70 miliar.

PROSPEK: Brasada Chandra (kiri) bersama komisaris PT Bukit Darmo Properti Tbk, Tarub menjelaskan progress Hotel Melia dan rencana pembangunan ballroom dengan investasi Rp 70 miliar. (ABDULLAH MUNIR/RADAR SURABAYA)

SURABAYA - Untuk meningkatkan kinerjanya pada masa mendatang, PT Bukit Darmo Properti Tbk berencana mengembangkan ball room dengan investasi sekitar Rp 70 miliar. Diharapkan ballroom yang memiliki kapasitas 1.500 orang ini akan mulai beroperasi pada akhir tahun 2019.

Brasada Chandra, direktur PT Bukit Darmo Properti Tbk mengatakan, pembangunan ballroom harus dilakukan. Selain market mice (meeting,insentive,convention &exhibition) di Surabaya cukup besar, juga tuntutan dari principal Hotel Melia Spanyol.

“Karena itu tahun ini ballroom akan kami bangun. Sebab principal hotel Melia minta tambahan fasilitas ballroom,” kata Brasada Chandra kemarin usai RUPS di clubhouse Bukit Darmo Golf.

Dikatakan, saat ini di Surabaya kebutuhan mice cukup besar termasuk di Surabaya Barat. Sementara ballroom yang ada saat ini kapasitasnya tidak begitu besar. Sehingga buat perseroan ini peluang yang harus ditangkap.

“Marketnya cukup besar baik dari government, corporate maupun untuk kebutuhan wedding. Sumber dananya nanti kami ambilkan dari kas internal dan dana pihak ketiga,” tambahnya.

Rencananya ballroom tersebut akan dibangun diluar hotel Melia. Pihaknya masih memiliki tanah cukup luas sekitar 2,5 hektat. Tanah tersebut selain akan dibangun untuk ballroom juga untuk apartremen kelas miidle golf view.

Dia mengaku persiapan sudah dilakukan matang. Pihaknya sudah menunjuk arsitek untuk menggambar ballroom. Hal ini agar  penyelesaiannya bisa bersamaan dengan operasional hotel Melia. Saat ini hotel Melia sudah 75 persen selesai tinggal finishing dan menyiapkan furniture.

Terkait kinerja tahun ini, dia mengaku optimis akan mampu meningkatkan 15-20 persen dari hasil recurring. Kontribusi terbesar dari sewa Lenmarc Mall sekitar 80 persen, Sisanya dari sewa office 9BLV dan apartemen The Adhiwangsa.

“Ada beberapa tenant baru yang mau masuk ke Lenmarc dalam waktu dekat. Beberapa brand baru dari Jakarta juga akan masuk. Sementara apartemen The Adhiwangsa juga ada beberapa penyewa dari Korea dan Afrika,” kata Brasada Chandra. (fix/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia