Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

63 Ribu Warga Derita Darah Tinggi

14 Mei 2018, 10: 28: 45 WIB | editor : Aries Wahyudianto

Para pasien dengan penyakit klronis sata mengikuti kegiatan Prolanis BPJS Kesehatan Gresik. Para pasien dengan penyakit klronis sata mengikuti kegiatan Prolanis BPJS Kesehatan Gresik.

Para pasien dengan penyakit klronis sata mengikuti kegiatan Prolanis BPJS Kesehatan Gresik. Para pasien dengan penyakit klronis sata mengikuti kegiatan Prolanis BPJS Kesehatan Gresik. (Esti/Radar Gresik)

Share this      

Kasus warga yang mengalami tekanan darah tinggi (hipertensi) menunjukkan peningkatan. Bahkan kasus ini menjadi salah satu dari 10 penyakit tertinggi di Gresik. “Kalau di Gresik, penderita ISPA memang selalu tertinggi, namun ternyata ada yang perlu diwaspadai, karena saat ini penyakit darah tinggi semkain tinggi,” jelas Kepala Dinas Kesehatan M. Nurul Dhollam.

Tercatat di Dinas Kesehatan Gresik, hingga kini sudah ada 63.808 pasien dengan penyakit tekanan darah tinggi. Sebelumnya, kasus darah tinggi di tahun 2016 berada di urutan ketiga dengan jumlah pasien mencapai 42.485 orang. Pada tahun 2015 justru masih berada di urutan kelima. “Salah satu penyebabnya ini merupakan kebiasaan hidup yang buruk, sebaa itu melalui puskesmas selalu ada program pengelolaan penyakit kronis,” terang Dhollam.

Ia mengatakan, setiap puskesmas memiliki cara untuk memberikan penyuluhan. Karena tak hanya faktor lingkungan, kesadaran diri seperti menjaga kebersihan tubuh, hingga gaya hidup buruk. Beberapa diantaranya yang memiliki risiko menyebbakan tekanna darah tinggi adalah kebiasan buruk seperti merokok, mengkonsumsi makan tanpa kontrol , hingga tingkat stres tinggi.  “Selain kesadaran diri, selalu ada kampanye dan sosialisasi, termasuk pemeriksaan berkala di setiap puskesmas dan rumah sakit,” lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Sukomulyo dr. Anik Luthfiyah mengatakan, Hipertensi merupakan lima besar penyakit tertinggi di wilayah kerjanya. Namun, untuk menekan angka yang semkain tingi ini, ia melaksanakan program kelompok prolanis sebulan sekali. Hasil survey keluarga sehat, ada intervensi untuk penyuluhan dan pembinaan desa dengan kasus hipertensi yang cukup tinggi. “Terus yakinkan masyarakat dan biasakan untuk melakukan kebiasaan yang baik dan menghindari diri dari kasus hipertensi ini,” jelas dia.

Di lain tempat, Kepala Puskesmas dr. Annisa penyakit Hipertensi menjadi salah satu momok, yangmerupakan salah satu 10 besar penyakit tertinggi dwilayah kerjanya.  Pihaknya, selalu melakukan pertemuan sebulan sekali untuk penderita hoipertensi. Untuk membiasakan mereka melakoni hidup sehat, maka dalam pertemuan tersebutia lakukan kegiatan senam, penyuluhan dokter, hingga pemeriksaan laboratorium. “Kalau penyuluhan sellau kita lakukan setiap hari di ruang tunggu,”  imbuh dia. (est/rt)

(sb/est/ris/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia