Minggu, 23 Sep 2018
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Gunakan Gas PGN, Pabrik Infus Emjebe Hemat 30 Persen

Sabtu, 12 May 2018 13:34 | editor : Wijayanto

TAMBAH PELANGGAN : Petugas sedang memeriksa saluran gas bumi (gas in) yang disalurkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma, Pasuruan.

TAMBAH PELANGGAN : Petugas sedang memeriksa saluran gas bumi (gas in) yang disalurkan oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) ke pabrik infus milik PT Emjebe Pharma, Pasuruan. (ISTIMEWA)

SURABAYA - PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) terus menambah jumlah pelanggan gas bumi sepanjang tahun ini. Salah satunya adalah penyaluran gas ke PT Emjebe Pharma di Pasuruan, Jawa Timur. Bahkan, penggunaan gas bumi PGN ke perusahaan yang memproduksi infus ini sejak Kamis (3/5), bisa menghemat biaya produksi hingga 30 persen.

“Sejak Emjebe mengganti CNG (compressed natural gas) yang selama ini digunakan perusahaan ke gas bumi PGN sebagai sumber energi, Emjebe bisa menghemat biaya produksi sampai 30 persen. Hal ini dikarenakan harga gas bumi yang disalurkan PGN jauh lebih murah,” ungkap Sekretaris Perusahaan PGN Rachmat Hutama di Surabaya, Jumat (11/05). 

Menurut Rachmat, Emjebe menggunakan energi baik PGN untuk mensterilisasi infus yang diproduksinya. Emjebe merupakan perusahaan lokal pertama di Indonesia yang memproduksi berbagai jenis infus seperti RL, NS, D5, dan D5NS.

Rachmat menjelaskan, sesuai kontrak jual beli gas yang ditandatangani kedua perusahaan, PGN akan memasok 350-1.780 MMBTU atau setara maksimal 50.000 meter kubik gas bumi ke pabrik Emjebe yang terletak di Pasuruan.

Namun, ke depannya, lanjut dia, Emjebe dapat menggandakan kontrak pembelian gas dari PGN karena saat ini tengah mendaftarkan beberapa produk farmasi terbarunya ke instansi terkait.

"Harga gas bumi yang kami pasok ke Emjebe hanya Rp 5.800 per kubik. Kami berharap penyaluran gas ke industri farmasi di Pasuruan ini dapat mendorong kemandirian industri lokal," jelasnya.

Rachmat mengatakan, PGN agresif menambah pelanggan di kuartal II. Menurutnya, penyaluran gas bumi ke Emjebe di bulan Mei ini, menambah panjang daftar pelanggan baru PGN di kuartal II 2018. Sebelumnya, pada awal April 2018, PGN telah mengumumkan dilakukannya gas in ke PT Hiruta Kogyo Indonesia, pabrik suku cadang mobil dan PT Alexindo, produsen aluminium yang keduanya berlokasi di Karawang.

Lalu pada pertengahan bulan yang sama, ujar Rachmat, PGN juga mengumumkan telah memasok gas untuk pabrik PT Serba Gurih Indonesia, produsen permen jahe legendaris yang produknya disebar dari Pasuruan ke berbagai negara di dunia.

"Jumlah pelanggan PGN terus bertambah, karena mulai 1 Mei 2018, perusahaan memasok gas ke Pembangkit Listrik Muara Karang yang dikelola oleh PT Pembangkit Jawa Bali Unit Pembangkitan Muara Karang. Anak usaha PT PLN (Persero) akan menggunakan gas bumi PGN dengan total volume 50 MMSCFD selama 1 tahun ke depan untuk menghidupkan 1.700 MW listrik yang akan disalurkan ke pelanggannya," kata dia.

Rachmat memaparkan, pada hari yang sama, PGN juga memasok gas sekitar 15.101 meter kubik per bulan ke CV Cipta Rasa Nusantara. Produsen bolu Meranti asal Medan yang legendaris tersebut diperkirakan bisa menghemat biaya produksi sebesar 47 persen, dengan mengganti sumber energi dari gas LPG ke gas bumi yang lebih murah. Sampai akhir kuartal I 2018, PGN tercatat mengelola jaringan infrastruktur pipa gas sepanjang 7.453 km.

"Dari infrastruktur tersebut, PGN menyalurkan 1.505 MMSCFD gas bumi ke 196.221 pelanggan dari berbagai segmen, seperti pelanggan industri manufaktur dan pembangkit listrik, pelanggan komersial (hotel, restoran, rumah sakit) dan Usaha Kecil Menengah (UKM), serta pelanggan rumah tangga yang tersebar di Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Utara dan Sorong Papua," pungkasnya. (cin/hen)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia