Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Tegaskan Larang Kampanye Politik di CFD

12 Mei 2018, 13: 01: 58 WIB | editor : Wijayanto

JANGAN JADI AJANG KAMPANYE: Ribuan warga menikmati liburan dengan berjalan-jalan saat Car Free Day di Jalan Raya Darmo.

JANGAN JADI AJANG KAMPANYE: Ribuan warga menikmati liburan dengan berjalan-jalan saat Car Free Day di Jalan Raya Darmo. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pemkot Surabaya mengimbau dalam pelaksanaan Car Free Day (CFD) untuk tidak menggelar kegiatan yang mengandung SARA maupun kegiatan yang berhubungan dengan kampanye politik. CFD yang dilakulan setiap Minggu harus murni untuk kegiatan masyarakat umum.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Agus Eko Supiadi mengatakan, aturan tersebut sudah ditetapkan berdasarkan Perwali Surabaya nomor 17 tahun 2018 pasal 4 ayat 1 huruf (i) agar tidak menyebarkan kebencian RAS dan orasi yang sifatnya menghasut saat kegiatan CFD berlangsung. "Jadi sudah jelas CFD bersifat netral tidak ada unsur politik di dalamnya," katanya.

Dia menegaskan, bersama dengan OPD terkait pihaknya menertibkan siapapun individu maupun kelompok yang menggelar kegiatan berbau politik serta berunjuk rasa di area CFD manapun. "Kami tidak memberikan toleransi jika ada yang membuat CFD alih fungsi," terangnya.

Saat ini ada delapan lokasi CFD di Kota Pahlawan. Yakni, Jalan Raya Darmo, Tunjungan, Jemursari, Kembang Jepun, Kertajaya, Jimerto – Jl. Sedap Malam, Ir Soekarno (Merr) dan Kupang Indah.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Lingkungan Masyarakat (Linmas) Edi Christijanto menambahkan, apabila kedapatan kelompok yang melakukan hal semacam itu, maka pihaknya akan langsung menindak secara tegas. Pihaknya sudah koordinasi dengan kepolisian, dan Satpol PP untuk menindak tegas. "Aturan harus diterapkan agar Surabaya kondusif," jelasnya.

Menurut Edi, apabila terdapat beberapa kelompok yang menggunakan pakaian dengan simbol tertentu saat CFD, dirinya mengaku hal itu tidak menjadi masalah. Namun, jika sifatnya sudah menyebar dan melakukan orasi akan ditindak. "Tapi jika sudah mengajak dan orasi akan kita tindak,” ujarnya.

Pemkot mengingatkan kepada seluruh komunitas yang ingin mengadakan acara di CFD harus meminta izin dan mendapat rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup selaku penanggung jawab acara. Selama ini tidak ada kelompok yang melakukan orasi maupun kampanye bermuatan politik.

Selama CFD berlangsung, pihaknya bersama forum pimpinan daerah (Forpimda) telah melakukan pengawasan terhadap setiap kelompok yang hendak melakukan kegiatan yang mengandung SARA dan politik. 

Adapun jika warga mendengar ujaran kebencian atau SARA dan warga ingin melaporkan saat CFD, Edi menghimbau kepada warga untuk segera melaporkan ke petugas-petugas yang sedang berjaga seperti Satpol PP, Linmas, Bakesbang dan DLH. (vga/rud)

(sb/vga/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia