Selasa, 16 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Pelajari Profil Cukup dari Internet

Penipu Ini dapat Ratusan Juta dengan Catut Belasan Nama Pejabat

08 Mei 2018, 20: 13: 11 WIB | editor : Abdul Rozack

LIHAI: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menunjukkan tersangka kasus penipuan yang mencatut namanya di Mapolres Pelabuhan T

LIHAI: Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto menunjukkan tersangka kasus penipuan yang mencatut namanya di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Senin (7/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Belasan nama pejabat penting telah dicatut oleh pelaku sindikat penipuan yang mengatasnamakan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak. Sebelum beraksi, tersangka memeta profil korban dari sumber pemberitaan di internet.

”Kelompok ini merupakan sindikat lama yang sudah beraksi sejak tahun 2008, Bahkan di tahun 2012 Alim telah tertangkap dalam kasus narkoba. Tahun 2013 tertangkap karena mengaku sebagai Kepala Ditreskrimhum Polda Jatim. Lalu tahun 2015 tertangkap lagi dalam kasus narkoba dan ini terakhir dalam kasus yang serupa di tahun 2013,” terang Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto, Senin (7/5)

Selain itu, tersangka juga telah mencatut beberapa nama tokoh penting dibeberapa kota  guna menjalankan aksi penipuanya. Di antaranya  pernah mengaku sebagai Wali Kota Jakarta Timur dengan korban pengusaha mencapai Rp 600 juta, kemudian Wali Kota Makassar, Bupati Aceh, Kepala Dinas perindustrian di NTT, Bupati Tanatoraja, Sekda Pekanbaru, Walikota Medan, Ketua DPRD Parepare, Bupati Mamuju, Bupati Takalar, dan terakhir Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak.

Untuk memuluskan aksinya, sebelum beraksi tersangka biasanya melakukan pemetaan profil terhadap korban yang akan digunakan sebagai kedok penipuan. ”Ia mengumpulkan informasi tentang profil dari informasi di internet,” terang Agus.

Bahkan untuk mengelabuhi polisi terkait rekening yang digunakan sebagai tempat penampungan transferan uang, tersangka mendapatkan rekening dengan cara membeli rekening-rekening palsu. ”Rekening dibeli dari sindikat lain dengan harga bervariasi dari Rp 1 juta sampai Rp 2,5 juta,” imbuhnya.

Untuk saat ini polisi masih memburu satu orang lagi tersangka yang terlibat dalam praktik penipuan tersebut.(son/no)

(sb/son/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia