Jumat, 24 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Politik Surabaya
Jelang Debat Publik Tahap II KPU Jatim

Sambangi Pasar, Khofifah Matangkan Program Ekonomi

08 Mei 2018, 16: 02: 22 WIB | editor : Wijayanto

REBUTAN SELFIE: Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyapa warga dan pedagang di Pusat Grosir Surabaya (PGS), Senin (7/5).

REBUTAN SELFIE: Calon Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa saat menyapa warga dan pedagang di Pusat Grosir Surabaya (PGS), Senin (7/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Menjelang debat Pilgub ke II KPU Jatim, Calon Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi Pasar Grosir Surabaya (PGS) dan Pasar Dupak Grosir, Senin (7/5). Baginya, kunjungan ke pasar tersebut merupakan navigasi program ekonomi yang kebetulan menjadi tema debat hari ini.

"Ketika kita ke pasar ini kan navigasi program. Besok temanya ekonomi, dimana transaksi ekonomi luar biasa di PGS ini. Tadi pagi kan saya ke pasar tradisional juga. Jadi sambil navigasi program kami tetap siap. Materi besok kebetulan ekonomi," ujar Khofifah.

Mantan menteri sosial itu pun tak terlihat lelah, meskipun jadwal pertarungan debat jilid II sudah menanti. Namun agenda sosialisasi tetap terus berjalan. Bahkan pagi ini pasangan calon nomor urut satu tersebut masih dijadwalkan berkunjung ke Gresik. "Biasa saja. Tidak (capek). Besok (hari ini, Red) masih ada agenda di Gresik," tuturnya.

Terlepas dari itu, navigasi program yang dilihatnya bahwa PGS adalah Tanah Abang kedua. Pembelinya tidak hanya dari Surabaya, tetapi berbagai daerah di Indonesia Timur.
Peran penguat ekonomi terdapat pada dua pasar yang dikunjunginya.  Maka dari itu, lanjutnya, infrastruktur pasar memprihatinkan. Perlu ada pembenahan mengenai stand para pedagang. "Suasananya tidak cukup membahagiakan. Tetapi disini saya lihat tadi keceriaan yang luar biasa. Karyawan ceria, pengunjung ceria, owner ceria. Jadi ada keceriaan masa depan," ungkap Khofifah yang melihat secercah kebahagian. Meski sebenarnya masih menyisakan belum beresnya sengketa di Pasar Turi yang letaknya di depan PGS.

"Rasanya harus ada spesial treatment. Keberpihakan yang memang punya hak menempati stand di Pasar Turi baru. Jadi memang ini kan kami tidak bicara Jatim kalau sesungguhnya Pasar Turi itu sebuah brand Indonesia Timur luar biasa," bebernya.

Perempuan kelahiran Surabaya itu pun menyarankan agar berbagai pihak, seperti investor, asosiasi dan pedagang duduk bersama. Mencari solusi bersama dan jalan tengah yang terbaik. Dengan begitu dapat memberikan kepastian bagi pedagang yang selama ini memberikan kontribusi. "Tidak hanya bagi pertumbuhan ekonomi di Surabaya, tapi juga di Indonesi Timur," sebutnya.

Khofifah percaya, ikhtiar serius menyelesaikan persoalan di Pasar Turi akan ada jalan keluar. Begitu juga dengan komunikasi yang selama ini tersendat dapat ketemu jalan keluarnya. (bae/nug)

(sb/bae/jay/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia